Rio Dewanto Jual Peternakannya, Bangkrutkah?

Rio Dewanto Jual Peternakannya, Bangkrutkah?
Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan. Foto: Fedrik Tarigan/dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA -  Rio Dewanto, 28, merupakan aktor yang punya bisnis clothing line, kafe, hingga peternakan. Namun, karena keterbatasan waktu, bisnis peternakan seluas 5.000 meter persegi miliknya hendak dijual. Ada yang mau beli?

Hal tersebut diungkapkan bintang film Filosofi Kopi itu di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, kemarin (22/9). Bisnis tersebut dirintis sejak tiga tahun lalu. Setiap Idul Adha, peternakannya menyuplai kebutuhan sapi.

Namun, karena kesibukannya di dunia hiburan, usahanya itu pun terbengkalai. Selain faktor waktu, jarak turut menjadi masalah. Lokasinya di Purwakarta, Jawa Barat, membuat suami Atiqah Hasiholan tersebut kerepotan mengurus peternakannya.

Mencari orang yang bisa dipercaya dalam menangani bisnis itu juga tidak gampang. Akhirnya, peternakan tersebut ditutup. "Malah rencananya lahannya mau dijual saja," katanya.

Bisnis tersebut didirikan sebagai bentuk investasi. Dia membeli tanah, kemudian membuat kandang yang diisi sapi. "Awalnya, gue pelihara anjing dan coba belajar bisnis anjing bulldog. Ketika punya penghasilan sendiri, coba bisnis sapi dengan skala yang lebih besar," tuturnya.

Mendekati Idul Adha seperti sekarang seharusnya menjadi momen pengusaha peternakan sapi untuk meraih untung. Sebab, permintaan pasar terhadap sapi dan kambing meningkat. Sayang, bisnisnya gulung tikar.

Di sisi lain, Rio tidak pernah ketinggalan untuk ikut berkurban setiap tahun. Tidak hanya untuk beribadah. Bagi dia, kurban menjadi media untuk membantu sesama. Terlebih, tidak semua kalangan di Indonesia bisa menikmati daging. "Kan harga daging juga mahal," ucapnya.

Tahun ini Rio akan berkurban dua kambing yang dititipkan ke masjid di dekat rumahnya. Setiap tahun dia selalu berpindah-pindah tempat kurban. Bukan hanya di satu tempat.

JAKARTA -  Rio Dewanto, 28, merupakan aktor yang punya bisnis clothing line, kafe, hingga peternakan. Namun, karena keterbatasan waktu, bisnis

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News