Rossi & Wayang Kulit

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Rossi & Wayang Kulit
Valentino Rossi. Foto: motogpcom

Bahkan perusahaan trans-nasional sekelas Adidas pun tidak tahu bahwa wayang adalah produk budaya asli Indonesia, yang secara resmi sudah diakui oleh UNESCO (badan PBB untuk kebudayaan dan pendidikan) sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Siapa yang salah? Adidas bersalah karena sebagai perusahaan trans-nasional seharusnya peka terhadap perkembangan heritage budaya dunia.

Namun, Indonesia juga bersalah karena tidak cukup melakukan promosi supaya dunia tahu bahwa wayang adalah heritage budaya Indonesia. Jangankan dikenal di seluruh dunia, di Singapura pun wayang tidak dikenal sebagai produk Indonesia.

Kalau sudah kecolongan baru ribut. Dahulu Indonesia ribut dengan Malaysia gegara berebut batik. Bahkan kesenian reog yang asli Ponorogo pun diklaim sebagai produk budaya Malaysia.

Angklung, kuda lumping, lagu Rasa Sayange, tari pendet tari piring, dan rendang pun didaku sebagai milik Malaysia. Duh! (*)

 

Apa hubungan Valentino Rossi, Sirkuit Mandalika, kilang minyak Pertamina dan wayang kulit?


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News