Rumah Semeru

Oleh: Dahlan Iskan

Rumah Semeru
Dahlan Iskan di lereng Lumajang. Foto: Disway

Nasibnya baik. Pengacara cum aktivis Surabaya, Cak Moh Sholeh, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Menang. Yang memperoleh suara terbanyak yang terpilih. Bukan berdasar nomor urut. Ia ikut menikmati perjuangan Moh Sholeh.

Di Pemilu 2009 ia mendapat suara terbanyak –hanya selisih 300 suara dari caleg nomor urut 1.

Pemilu berikutnya perolehan suaranya tetap terbanyak. Akhirnya jadi calon bupati.

"Saya banyak belajar ke Pak Bupati (waktu itu) Banyuwangi Azwar Anas," katanya merendah.

Maka penanganan bencana Semeru akan jadi tonggak prestasinya. Terutama dalam meyakinkan pemerintah pusat dan meyakinkan para korban bencana.

Cak Thoriq pun akan berlebaran di lokasi perumahan korban Semeru itu. Bergembira bersama lebih 400 KK warga baru di situ. Sambil menuntaskan sisanya selekasnya.

Tiba kembali di Lumajang senja sudah tiba. Buka puasa sudah dekat. Cak Thoriq menyediakan makanan di pendapa Kabupaten.

Saya pilih buka puasa di sate kambing Pak Toha. (*)

Saya juga melewatkan Land Rover ke deretan rumah yang menghadap sungai. "Wow. Indah sekali. River view," celetuk saya secara spontan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News