Rupiah Nyaris Rp 14.000 Karena Tiga Defisit

Rupiah Nyaris Rp 14.000 Karena Tiga Defisit
Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Dolar AS kemarin diperdagangkan di kisaran Rp 13.900, nyaris Rp 14.000.

Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengatakan pelemahan rupiah tidak melulu faktor internasional.

Pemerintah tak boleh terus-terusan menggeser kesalahan internal menjadi faktor ekternal dan bukan juga dipolitisir.

"Ini bukan melulu karena kebijakan the fed, tapi juga karena pengelolaan domestik yang keliru," ucap Heri kepada JPNN.com, Kamis (26/4).

Pengelolaan yang keliru di internal itu disebut politikus Gerindra ini, sebagai penyebab.

Yaitu soal yang disebut-sebut oleh pakar tentang account defisit, primary balance defisit, service payment defisit.

"Itu bermula dari kesulitan pemerintah menghindari atau menekan defisit keseimbangan primer (primary balance defisit) yang berimbas kepada defisit APBN (account defisit) dan defisit pembayaran," jelas politikus asal Jawa Barat ini.

Dia menerangkan bahwa utang jatuh tempo sekitar Rp 800 triliun pada tahun ini dan tahun depan telah menjadi penyebab defisitnya keseimbangan primer.

Pengelolaan keuangan dalam negeri dianggap juga sebagai penyebab pelemahan nilai rupiah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News