Saatnya Bangun Jalur Ganda Kereta Api di Timur Jawa

Saatnya Bangun Jalur Ganda Kereta Api di Timur Jawa
Saatnya Bangun Jalur Ganda Kereta Api di Timur Jawa

Aktivitas bongkar dari luar provinsi yang masuk ke Jatim juga terpusat melalui Pelabuhan Gresik dan Tanjung Perak Surabaya hingga mencapai senilai Rp 111,76 triliun per tahun atau 82,41 persen dari total nilai aktivitas bongkar di Jatim. Sisanya baru dibagi ke pelabuhan lain. 

”Memang tidak mudah membagi beban pelabuhan karena terkait juga dengan infrastruktur. Karena itu, dengan adanya jalur ganda, pasti ada percepatan infrastruktur pelabuhan. Pelabuhan di wilayah timur cukup memadai, seperti Tanjung Wangi yang kedalamannya sudah 14 low water spring (LWS) yang bisa disandari kapal besar,” kata Anas.

Kehadiran jalur ganda ke wilayah timur, lanjut Anas, diharapkan juga bisa melawan tren deindustrialisasi yang kini tengah melanda. Kontribusi sektor industri ke PDRB Jatim memang terus menurun dari level 28 persen pada 2009 menyusut ke level 26 persen pada 2013. 

”Jalur ganda akan memancing industri baru, terutama yang berbasis agro sesuai potensi di wilayah timur. Ini sekaligus untuk memberi nilai tambah ke sektor pertanian. Jadi jalur ganda akan membangun sektor industri yang dekat dengan sumber bahan bahan bakunya untuk memudahkan mobilisasinya ke Surabaya dan daerah tujuan pasar lainnya,” paparnya. 

Anas melanjutkan, alasan lain perlunya jalur ganda adalah karena transportasi berbasis KA sangat efisien. Studi Keunggulan Moda Transportasi Kereta Api oleh Kementerian Perhubungan (2010) menyebutkan, KA lebih ideal ketimbang truk/bus, baik dari sisi efisiensi biaya maupun besaran volume muatan atau daya angkut. Kereta api dapat mengangkut penumpang hingga 1500 orang dengan konsumsi BBM 3 liter per km atau setara 0,002 liter per orang per kilometer; jauh di bawah moda transportasi yang lain.

Optimalisasi jalur KA melalui jalur ganda hingga ke timur Jatim juga dapat mengurangi biaya perbaikan jalan yang selama ini banyak disebabkan oleh faktor kerusakan lantaran muatan yang kerap di atas ambang batas kekuatan jalan. Bagaimana pun, penambahan jalan tidak akan mampu menandingi kecepatan pertumbuhan kendaraan bermotor seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang cukup 

Jumlah mobil baru di Jatim 2013 sebanyak 127.799 unit, naik 22 persen dibanding 2012. Jumlah motor  baru di Jatim 2013 sekitar 1,3 juta unit. Total jumlah kendaraan bermotor di Jatim saat ini diperkirakan 12,5 juta.

Penambahan kendaraan itu tak sebanding dengan pembangunan jalan. Panjang jalan negara, provinsi, kabupaten di Jatim dari tahun ke tahun tidak banyak bertambah, hanya di kisaran 37.971 kilometer.

SURABAYA – Optimalisasi penggunaan kereta api (KA), terutama KA logistik, terus didorong. KA dinilai sebagai bagian dari infrastruktur transportasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News