Saatnya Indonesia Susun Strategi Baru Ekonomi Kelautan

Saatnya Indonesia Susun Strategi Baru Ekonomi Kelautan
Komarudin Watubun. Foto: Charlie Lopulua/Indopos/JPNN

Sekitar 44 benteng dan pelabuhan sebagai pilar dasar infrastruktur globalisasi dan maritim dunia hingga awal abad 21, berbasis jalur rempah sejak dari Azores di Atlantik abad 15 M hingga desa Nagasaki tahun 1572 (Jepang), Guangzo, Macao, Hong Kong, Singapura, dan Benteng-Pelabuhan Serao (Maluku) abad 16 M yang dibangun oleh armada dagang Portugal untuk menguasai perdagangan rempah-rempah kualitas nomor satu dunia yakni lada, pala dan merica asal Maluku dan cendana asal Timor (kini Provinsi NTT).

History repeats itself! Siklus sejarah selalu berulang. Maka tiba saatnya, rakyat dan pemerintah Indonesia membangun RI Jaya-Adidaya dan Tata-Dunia Baru yang adil dan damai dari titik strategis Maluku-Papua-NTT, zona pemasok komoditas, mineral, dan sumber alam selama ratusan tahun bahkan sejak pra-Masehi ke seluruh dunia.

Zona ini kaya ikan, sumber daya kelautan, emas, gas, kayu, rempah, komoditi hingga mineral strategis. (jos/jpnn)


Indonesia berduka menjelang perayaan HUT ke-73. Gempa besar mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News