Saatnya Siswa Wajib Menghafal Pancasila

Saatnya Siswa Wajib Menghafal Pancasila
Saatnya Siswa Wajib Menghafal Pancasila
JAKARTA--Meskipun pada masa rezim Orde Baru (Orba) Pancasila cenderung dijadikan instrumen politik penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya, citra Pancasila masih relatif lebih baik dibandingkan citranya di dalam era Reformasi. Wakil Ketua MPR RI, A. Farhan Hamid mengungkapkan, Orba masih memegang kukuh sikap mendekatkan Pancasila dalam kehidupan masyarakat. 

"Hal ini disebabkan karena di dalam dunia pendidikan dasar dan menengah, ada mata pelajaran pendidikan moral Pancasila (PMP). Bahkan, kurikulum pendidikan tinggi juga memasukkan mata kuliah Pancasila," terang Farhan di dalam Seminar Nasional PP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (24/6) sore.

Di era reformasi, lanjut Farhan, justru dirasakan ada upaya peminggiran Pancasila di dalam kehidupan masyarakat. Buktinya dengan meniadakan pelajaran Pancasila di dalam UU Sisdiknas. Akibatnya, anak didik tidak lagi dapat diharapkan memahami nilai-nilai Pancasila. "Mereka bukan hanya gagal memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga gagap ketika harus menyebutkan urutan sila demi sila dari dasar negara kita itu. Ini menyedihkan sekali," ujar senator di DPD asal Aceh itu.

Oleh karena itu, terang mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, MPR mendesak Kemdiknas segera merevisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. "Revisi ini harus dilakukan, terutama pada pasal 37. Hal ini diharapkan bisa dimaknai secara mendalam oleh anak didik maupun masyarakat luas. Sehingga ini juga bisa menjadi jalan terciptanya nation and character building yang sebenar-benarnya," papar Farhan.

JAKARTA--Meskipun pada masa rezim Orde Baru (Orba) Pancasila cenderung dijadikan instrumen politik penguasa untuk melegitimasi kekuasaannya, citra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News