Minggu, 16 Juni 2019 – 15:53 WIB

Said Didu: Jokowi Ugal-ugalan Membangun Infrastruktur

Jumat, 08 Februari 2019 – 23:29 WIB
Said Didu: Jokowi Ugal-ugalan Membangun Infrastruktur - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Sekretaris Kementerian ESDM Said Didu mengkritik model pembangunan infrastruktur era pemerintahan Joko Widodo. Ia menilai, Jokowi selama empat tahun terakhir memprioritaskan pembangunan infrastruktur komersial daripada membangun infrastruktur dasar untuk rakyat.

Said mengatakan hal tersebut dalam diskusi 'Visi Misi Indonesia Menang, Kebijakan Prabowo-Sandi untuk Energi, SDA dan Infrastruktur' di Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat, (8/2).

"Selama ini Jokowi sibuk bangun tol, bangun LRT, MRT, itu untuk kepentingan komersial. Sementara infrastruktur dasar untuk rakyat seperti rumah murah, gedung sekolah, puskesmas, gak tersentuh. Ada bangun jalan umum, tapi di perbatasan, tidak ada yang lewat. Sementara jalan lintas Sumatera tidak dibangun, padahal sangat dibutuhkan," kata Said.

Said juga mengatakan, pembanguanan infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi selama ini terkesan ugal-ugalan dan demi pencitraan politik. Infrastruktur terkesan dibangun tanpa perencanaan yang baik.

Mahalnya tarif tol trans Jawa disebut Said sebagai salah satu contoh kasus pembangunan infrastruktur era Jokowi tidak direncanakan dengan baik dan mengabaikan uji kelayakan.

"Belum lagi proyek LRT yang dianggap layak kalau tiketnya Rp 45 ribu sekali jalan. Lalu siapa nanti yang pakai moda transportasi ini. Sopir-sopir dan pengusaha logistik sudah teriak karena tarif tol mahal, sekarang manfaat untuk rakyat apa," katanya.

Lebih lanjut Said mengatakan, beban pembangunan infrastruktur komersial yang mengabaikan uji kelayakan berada di pundak sejumlah BUMN. Utang sejumlah BUMN bidang konstruksi membengkak lantaraan proyek ambisius, sementara rakyat tidak merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut.

"Orang-orang BUMN harus berhati-hati. Undang undang memandatkan BUMN tidak boleh mengerjakan sesuatu yang tidak layak. Infrastruktur yang dibangun sekarang adalah infrastuktur komersial yang dibebankan ke BUMN dengan mengabaikan kelayakan," ucapnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar