Sangat Meresahkan Warga, Pemuda Berusia 20 Tahun Ini Tak Diberi Ampun, Dooor, Innalillahi

Sangat Meresahkan Warga, Pemuda Berusia 20 Tahun Ini Tak Diberi Ampun, Dooor, Innalillahi
Polda Metro Jaya gelar konferensi pers penangkapan perampok spesialis nasabah bank di Mako Polda Metro Jaya, Selasa (17/11/2020). Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

jpnn.com, JAKARTA - Seorang perampok spesialis nasabah bank berinsial SG, 20, ditembak mati petugas lantaran melakukan perlawanan saat penangkapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kejadian itu berawal saat polisi melakukan penangkapan terhadap tiga perampok yang diketahui berinisial SG (20), DA (30), dan DAP (17).

"Pada saat kami menangkap tiga orang tersebut dan diminta untuk menunjukkan persembunyian rekannya, SG ini berupaya melawan petugas dan mengancam petugas dengan senjata mainan, kami lakukan tindakan tegas terukur sesuai prosedur," kata Yusri di Mako Polda Metro Jaya, Selasa.

Saat diperiksa lebih lanjut SG yang berperan sebagai eksekutor untuk merampas tas nasabah yang berisi uang, DA, 30, yang berperan mencari sasaran, dan DAP, 17, yang berperan sebagai joki.

Polisi juga kini masih memburu tiga pelaku lainnya yang saat ini masih melarikan diri. Meski demikian polisi sudah mengantongi identitas tiga pelaku lainnya.

Yusri mengatakan para pelaku ini adalah satu komplotan spesialis perampok nasabah bank yang bahkan tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada korbannya.

Lebih lanjut dia mengatakan ada tiga laporan polisi terkait dengan komplotan ini pada Oktober-November. Meski demikian pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

"Masih kami kembangkan karena ada beberapa modus serupa yang sedang dilakukan pendataan," tambahnya.

Seorang perampok spesialis nasabah bank berinsial SG, 20, ditembak mati petugas lantaran melakukan perlawanan saat penangkapan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News