JPNN.com

Saran Misbakhun untuk Pemerintah demi Lindungi Pariwisata dari Efek Corona

Senin, 23 Maret 2020 – 23:18 WIB Saran Misbakhun untuk Pemerintah demi Lindungi Pariwisata dari Efek Corona - JPNN.com
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyediakan semacam bailout bagi sektor pariwisata nasional demi melindungi industri turisme dari imbas pandemi virus corona atau COVID-19. 

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Timur itu menuturkan, sektor pariwisata merupakan tumpuan masa depan ekonomi domestik Indonesia. Menurut Misbakhun, pariwisata adalah titik utama terbangunnya industri kecil ekonomi kreatif lokal. Namun, pariwisata Indonesia kini mengalami kelesuan akibat persebaran COVID-19.

"Saran saya, harus ada bailout oleh negara di sektor pariwisata sebagai insentif. Misalnya 25-35 persen okupansi hotel dibeli oleh negara selama tiga bulan," kata Misbakhun, Senin (23/3).

Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa wabah COVID-19 secara nyata telah menghantam sektor pariwisata, termasuk Bali yang dikenal mapan dalam industri turisme. “Maka pemerintah harus turun tangan menyelamatkannya,” tegas Misbakhun. 

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menambahkan, bila sektor pariwisata yang baru berkembang diterpa pelemahan ekonomi akibat COVID-19, investasi bidang turisme pun akan mandek. Sebab, bisa jadi investor pariwisata menahan dananya atau bahkan hengkang. 

“Bila itu sampai terjadi, untuk recovery dan bangkit butuh waktu lama. Recovery yang terlalu lama membuat para investor ragu untuk kembali," ulas Misbakhun.

Oleh karena itu Misbakhun mendorong pemerintah menggelontorkan bailout untuk sektor pariwisata. Menurutnya, paling tidak dana bailout itu bisa dimanfaatkan untuk gaji sekaligus jaring pengaman dalam rangka mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan hotel.

"Pemerintah harus turun tangan menyelamatkannya. Tujuan bailout sektor pariwisata adalah menolong industri untuk membayar kebutuhan dasar mereka saja, yaitu bayar karyawan," ujar politikus yang dikenal getol mendukung kebijakan Presiden Jokowi itu. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...