Satgas Covid-19 Beri Data yang Berbeda terkait Jumlah Kasus Covid-19, Pak Ganjar Protes

Satgas Covid-19 Beri Data yang Berbeda terkait Jumlah Kasus Covid-19, Pak Ganjar Protes
Gubernur Ganjar Pranowo dalam rapat rencana aksi PPKM Mikro. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo protes jumlah kasus data aktif yang disampaikan Satgas Covid-19 karena berbeda dengan perhitungan di daerahnya.

Dia meminta Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Sasmito memeriksa ulang data yang menyatakan Kota Surakarta tertinggi kasus aktif corona.

Data Satgas dipertanyakan karena tidak mungkin kasus aktif di Solo sebanyak 7.354 ketika jumlah total kasus aktif covid-19 di Jateng "hanya" 6.881 kasus.

Berdasarkan data di corona.jatengprov.go.id, kasus aktif di Kota Surakarta saat ini tercatat 278 kasus. Data Satgas Covid makin meragukan jika menilik angka kumulatif sejak Maret 2020 hingga hari ini, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Surakarta sebanyak 4.862 kasus.

“Ini jangan-jangan beliau keliru, bahwa 7.354 itu mungkin seluruh Jawa Tengah. Catatan saya yang di Solo itu hanya 278. Jauh banget ini,” tutur Ganjar usai acara mangayubagyo purna tugas Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sarwa Pramana di Gradhika Bhakti Praja.

Ganjar heran, karena berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, di Jateng saat ini terdapat 6.881 kasus aktif. Maka, lanjut Ganjar, tidak mungkin jika kasus aktif di Kota Surakarta mencapai 7.354 kasus.

“Maka sekali lagi, angka 7.354 rasa-rasanya harus dikoreksi. Kenapa? Karena kalau itu nanti disampaikan ceritanya akan beda. Nanti bikin kepanikan baru warga di sana, wah Solo tertinggi padahal tidak gitu lho,” tegasnya.

Ganjar berharap, Satgas COVID-19 lebih berhati-hati lagi dalam rilis data. Sebab, hal ini sudah terjadi beberapa kali. Ganjar pun mengaku siap membantu untuk mensinkronkan data.

Gubernur Ganjar Pranowo memastikan data jumlah kasus covid-19 di Surakarta yang dikeluarkan pemerintah pusat berbeda dengan perhitungan di daerahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News