Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Vaksin dan Terapkan Prokes Hindari Lonjakan Kasus

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Vaksin dan Terapkan Prokes Hindari Lonjakan Kasus
Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk menerima vaksinasi dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Hal itu untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat dengan vaksin dosis lengkap terbukti bisa mengurangi keparahan gejala risiko perawatan di rumah sakit dan potensi kematian.

Dia menegaskan terdapat hasil penelitian yang menyatakan bahwa orang yang sudah divaksin risiko tertular kembali menjadi lebih rendah, jumlah virus dalam tubuh lebih cepat turun, dan peluang terbentuknya varian baru lebih kecil.

"Tentu saja vaksin tidak dapat menjadi satu-satunya tameng kita. Vaksinasi, terutama jika hanya dosis pertama dan tidak dibarengi kepatuhan protokol kesehatan tidak dapat menjamin lonjakan kasus untuk tidak terjadi lagi," kata Wiku di akun Sekretariat Presiden di YouTube, Kamis (23/9).

Terkait hal ini, Wiku merujuk pada pengalaman negara-negara dengan cakupan tertinggi vaksinasi dosis pertama.

Seperti Singapura 79 persen, Finlandia 73 persen, Inggris 71 persen, Jepang 66 persen, dan Amerika Serikat 63 persen.

Meski demikian, nyatanya lonjakan kasus masih dapat terjadi di negara-negara tersebut.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat meski sudah vaksinasi tetap melaksanakan protokol kesehatan. Satgas mencontohkan sejumlah kasus yang terjadi di beberapa negara.