Satgas Covid-19 Tanjungpinang: Banyak Warga yang Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri

Satgas Covid-19 Tanjungpinang: Banyak Warga yang Meninggal saat Jalani Isolasi Mandiri
Petugas mengebumikan jasad pasien Covid-19 di Tanjungpinang, Kepri. Foto: Nikolas Panama/Antara

jpnn.com, TANJUNGPINANG - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyatakan kasus warga yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah cukup banyak.

"Hampir setiap hari warga positif Covid-19 di Tanjungpinang yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. Kadang sehari ada dua kasus warga yang meninggal dunia saat isoman," kata Koordinator Lapangan Satgas Penanganan COVID-19 Tanjungpinang Surjadi di Tanjungpinang, Rabu (21/7).

Surjadi menegaskan penanganan COVID-19 harus diimbangi dengan ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit dan tempat karantina terpadu yang diawasi oleh tenaga kesehatan.

Jika tempat tidur dan ruang untuk perawatan pasien COVID-19 terbatas, dikhawatirkan jumlah warga yang meninggal dunia karena tidak dapat ditangani secara maksimal terus bertambah.

“Kami harus bekerja keras agar penularan Covid-19 dapat dicegah, dan seluruh pasien ditangani dengan baik," ucapnya.

Menurut dia, warga yang melakukan isolasi mandiri tidak semuanya dalam kondisi tidak bergejala.

Sejumlah warga yang mengalami gejala, yang ingin dirawat di rumah sakit terpaksa menjalani isolasi mandiri, lantaran tidak mendapatkan tempat tidur di ruang rawat.

Kondisi keterpakaian kamar tidur di RSUD Tanjungpinang, Rumah Sakit Angkatan Laut dan RSUP Kepri saat ini sudah kritis.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyatakan kasus warga yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah cukup banyak.