Saudi Batal Cambuk Perempuan Pengemudi

Reformasi, Pemilu Lokal Terakhir bagi Pemilih Pria

Saudi Batal Cambuk Perempuan Pengemudi
Saudi Batal Cambuk Perempuan Pengemudi
Sekitar 1,2 juta pemilih pria berhak memberikan suara pada pemilu kemarin. Sayang, berbagai tempat pemungutan suara (TPS) justru sepi pada jam-jam awal. Tidak banyak pemilih yang datang untuk memberikan suara. Beberapa di antara mereka muncul menjelang tengah hari.

 

Hal itu, antara lain, terlihat di salah satu TPS di kawasan Al-Olaya, pusat Kota Riyadh. "Frekuensi pemilih memang rendah sebelum siang hari. Kebanyakan orang masih tidur karena bertepatan dengan hari libur," ungkap Abdulwahab al-Maliki, salah seorang calon anggota parlemen lokal.

 

Pemilu kemarin berlangsung selang empat hari setelah Raja Abdullah memberikan hak suara kepada perempuan. Hal itu lama diperjuangkan aktivis perempuan. Dengan keputusan itu, terbuka peluang bagi kaum perempuan untuk masuk Majelis Syura. Seluruh anggota lembaga konsultatif (semacam parlemen dengan tugas mengusulkan rancangan undang-undang) ditunjuk oleh raja.

 

Namun sejumlah pihak menilai langkah tersebut belum cukup. Hussein Sharif, kepala Asosiasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Makkah, menilai bahwa keputusan raja itu hanya langkah awal. "Perjuangan kaum perempuan masih panjang untuk mendapatkan hak-hak mereka," ujar dia. (AFP/AP/BBC/cak/dwi)

RIYADH - Pemerintah Arab Saudi mulai membuktikan reformasi dalam bidang politik dan hukum di negara itu. Setelah membolehkan kaum hawa terjun ke


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News