SBY Murka, Segelintir Orang Tertawa

SBY Murka, Segelintir Orang Tertawa
SBY Murka, Segelintir Orang Tertawa
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) benar-benar murka atas peristiwa pemboman di JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton di Jakarta Selatan. Saat memberikan keterangan persnya di Istana negara, SBY nampak berkali-kali menghela nafas panjang, menahan emosi. ''Aksi ini merupakan titik hitam dan dilakukan oleh kelompok teroris. Meski, aksi ini belum tentu dilakukan oleh kelompok-kelompok yang selama ini dicurigai. Tetapi, siapa pun mereka, ini merupakan aksi yang tidak berperikemanusiaan, karena menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka dari masyarakat yang tidak berdosa. Kami atas nama pemerintah, menyampikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,''kata SBY dalam keterangan persnya, Jumat (17/4).

SBY didampingi sejumlah menteri, diantaranya Menkopolhukkam Widodo AS, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, menteri sekretaris negara Hatta Radjasa dan sejumlah menteri maupun pejabat lainnya. Lebih jauh, SBY menyampaikan keprihatinannya karena aksi pemboman tersebut. Apalagi, aksi ini terjadi setelah pemungutan suara pemilihan presiden. ''Ketika KPU sedang menghitung hasil suaranya. Ketika masyarakat Indonesia menginginkan suasana kedamaian, dan bersatu,'' SBY menegaskan.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga menyebut kegaduhan politik seusai pemilihan presiden. Menurut Presiden, kegaduhan politik yang disertai dengan nada-nada menghasut dan terus mengobarkan semangat permusuhan. ''Saya yakin, hampir semua orang diantara kita merasa prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Namun, masih ada juga segelintir orang di negeri ini, yang tidak peduli kondisi Indonesia, sekarang justru tertawa puas dan bersorak dalam hati, disertai amarah keangkara murkaan,''tegas SBY.

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) benar-benar murka atas peristiwa pemboman di JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton di Jakarta Selatan.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News