SBY Wajib Pimpin Rapat Setgab Tiga Bulan Sekali

SBY Wajib Pimpin Rapat Setgab Tiga Bulan Sekali
SBY Wajib Pimpin Rapat Setgab Tiga Bulan Sekali
Hasil rapat Setgab itu juga menyepakati sejumlah poin terkait hubungan koalisi. Idrus menyatakan, anggota koalisi menyadari pasca usulan angket pajak yang kandas terjadi upaya saling serang di anggota koalisi. Sikap saling serang itu disadari sebagai sikap yang harus dihindari untuk kelanjutan Setgab. "Karena itu ada kesepakatan bahwa kita harus hentikan (saling serang) itu," ujar Idrus.

Fokus Setgab nantinya adalah bekerja dengan mengembangkan ide-ide dari masing-masing anggota koalisi. Idrus membantah jika hasil evaluasi Setgab ini bertujuan untuk menyeragamkan pandangan antar anggota koalisi. "Masalah ide dan gagasan tetap terbuka peluangnya. Golkar berpandangan hubungan politik tidak hanya harmonis, tapi juga kritis dan produktif," jelasnya.

Terkait gonjang ganjing bahwa harus ada pergantian ketua harian Setgab, Idrus memandang hal itu juga sudah dihentikan. Golkar secara partai meminta dalam rapat itu agar semua pembicaraan terkait penggantian ketua harian Setgab diakhiri. "Kita sudah sepakat untuk bekerja efektif," jelasnya.

Dalam Setgab nanti, juga akan terbentuk sejumlah kelompok kerja. Pokja itu nantinya yang akan bekerja menyusun program strategis. Pemikiran yang ada, nantinya akan menjadi bahan yang disampaikan ke ketua dan ketua harian Setgab. "Ini pemikiran strategi politik, demi mendukung kerja SBY-Boediono," lanjutnya.

Namun, belum ada mekanisme yang menyepakati apakah ada sistem voting dalam Setgab. Menurut Idrus mekanisme voting tidak akan terjadi dalam Setgab. Semua pemikiran harus dilakukan terbuka. "Jangan hanya saling berlomba mencari keuntungan sendiri," tandasnya. (bay)

JAKARTA - Evaluasi dalam tubuh Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi tampaknya menyentuh keberadaan Ketua Setgab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News