Sebentar Lagi Terungkap Identitas Oknum yang Sengaja Undang Pelajar untuk Ricuh di Demo 1310

Sebentar Lagi Terungkap Identitas Oknum yang Sengaja Undang Pelajar untuk Ricuh di Demo 1310
Puluhan pelajar diamankan Polsek Pademangan yang akan ikut demo menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Kamis (8/10/2020). Foto: ANTARA/Fauzi Lamboka

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya akan menyelidiki oknum yang mengajak dan mengundang pelajar untuk berbuat kerusuhan dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan berdasar pengakuan para pelajar itu, mereka datang karena mendapatkan undangan dari media sosial.

"Ini kami akan selidik semuanya jangan jadi korban apalagi yg anak-anak SD, SMP SMA diajak untuk melakukan demo," ungkap Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu mengatakan polisi sudah menemukan bukti-bukti undangan dalam handphone saat melakukan razia terhadap sejumlah pelajar yang diamankan itu.

"Bukti-bukti yang kami temukan dari HP-nya ada bahkan di grup mereka juga sama," ujarnya.

Saat melakukan razia, polisi menemukan beberapa orang yang berniat untuk melakukan kerusuhan membawa sejumlah alat untuk menyerang aparat keamanan.

"Bahkan mereka juga berani melakukan kerusuhan kami sudah razia kami temukan di dalam tas diperiksa ada yang bawa ketapel, batu, ada yang bawa batu, bahkan yang diamankan di Polres Jakpus ada yang bawa golok," kata Yusri.

Diketahui, polisi mengamankan 1.377 orang yang diduga perusuh dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) kemarin.

Polda Metro Jaya akan menyelidiki oknum yang mengajak dan mengundang pelajar untuk berbuat kerusuhan dalam aksi demo 1310.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News