JPNN.com

Sehari, Dua Kali Kebakaran Lahan di Samarinda, 17 Hektare sudah Ludes Terbakar

Rabu, 14 Agustus 2019 – 05:33 WIB Sehari, Dua Kali Kebakaran Lahan di Samarinda, 17 Hektare sudah Ludes Terbakar - JPNN.com

jpnn.com, SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan hampir terjadi setiap hari di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur. Bahkan dalam sehari bisa terjadi dua kali kebakaran lahan. Baik siang maupun malam.

Kondisi ini, tak pelak membuat petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda dibantu relawan harus bekerja ekstra keras.

BACA JUGA: Begal Sadis Beraksi, Tangan Ibu Pengendara Motor Ditebas hingga Begini

Data yang dihimpun Info Taruna Samarinda (ITS) bersumber dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), kelompok relawan, serta TNI-Polri, titik api dan luas lahan yang terbakar terus bertambah.

Kebakaran lahan yang terjadi di Kota Samarinda terjadi sejak pertengahan Juli. Hingga pekan kedua Agustus 2019, areal lahan yang terbakar mencapai 16,5 hektare (Ha). Luas lahan terbakar tersebut terjadi di lima kecamatan. Yakni: Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, Palaran dan Sungai Pinang.

Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Palaran. Luas lahan yang terbakar mencapai 6,2 hektare dari enam kejadian. Disusul Kecamatan Samarinda Utara dengan luas lahan terbakar 6,1 hektare dari 14 kejadian. Lalu Kecamatan Samarinda Ulu dengan luas lahan terbakar 4,1 hektare dari 6 kejadian. Kemudian Kecamatan Sungai Kunjang dengan 6,2 hektare luas lahan terbakar dari 3 kejadian. Terakhir, Kecamatan Sungai Pinang dengan 100 meter per segi luas lahan terbakar, dari 1 kejadian.

Kepala Disdamkar Kota Samarinda, Nursan menjelaskan bahwa dua factor yang menyebabkan kebakaran lahan di kota ini. Pertama: karena unsur kesengajaan. Yakni membuka lahan dengan cara dibakar. Kedua: karena unsur kelalaian. Seperti membakar sampah tanpa diawasi dan berlebihan. Sehingga lahan sekelilingnya ikut terbakar.

Nursan yang ditemui media Senin (12/8) kemarin mengatakan, faktor alam ikut menjadi penyebab api membesar. Ditambah dahan kering akibat musim kemarau membuat api lekas membesar. Bahkan, di satu wilayah yang terbakar bisa ditemukan beberapa titik api karena terpaan angin.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...