Sehari, KPK Kirim 8 Tersangka ke Penjara

Kasus Korupsi di KJRI Kinabalu dan BLK

Sehari, KPK Kirim 8 Tersangka ke Penjara
Mantan Sekretaris Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PTKDN) Bachrun Effendi memasuki mobil tahanan usai diperiksa di KPK Jakarta, Jumat (17/10). Bachrun ditahan KPK beserta lima orang rekanannya terkait kasus korupsi proyek pengadaan alat dan barang Balai Latihan Kerja (BLK) Depnakertrans dengan kerugian negara Rp 13,6 milliar. Foto : Agus Wahyudi/ JAWA POS
JAKARTA - Deretan tersangka koruptor yang dijebloskan ke dalam tahanan makin bertambah panjang. Sepanjang Jumat (17/10), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan delapan tersangka sekaligus ke dalam bui. Mereka adalah para pelaku yang harus bertanggung jawab dalam dua kasus korupsi yang berbeda.

Pertama, KPK menggelandang dua tersangka dalam pemberlakuan tarif ganda pengurusan dokumen keimigrasian di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Kinabalu. Mereka adalah mantan Kepala Subdirektorat Imigrasi di Tawau Makdum Tahir dan mantan Kepala Subdirektorat Imigrasi di Kuching Irsafi Rasul. Mereka berdua dititipkan di Rutan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Makdum dan Irsafi menyusul lima tersangka lain yang sudah dijebloskan ke bui, yakni Arifin Hamzah, Kamso Situmorang, Ayi Nugraha, Mas Tata Machrun, dan Muhammad Sukarna.

Dengan begitu, tinggal dua orang tersangka lagi yang menunggu giliran penahanan. Mereka adalah mantan Konjen Kinabalu berinisial KR serta Kepala Bidang Ekonomi, Penerangan, Sosial, dan Budaya pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu berinisial RE. "Penahanan tersangka lain tinggal menunggu waktu saja," jelas Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Menurut Johan, penahanan itu dilakukan untuk melengkapi keterangan yang dibutuhkan penyidik. Akibat pemberlakuan tarif ganda itu, negara memang dirugikan Rp 11,7 miliar. Uang yang dikembalikan masih Rp 3,5 miliar.

JAKARTA - Deretan tersangka koruptor yang dijebloskan ke dalam tahanan makin bertambah panjang. Sepanjang Jumat (17/10), Komisi Pemberantasan Korupsi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News