Sejarah Ponpes Lirboyo yang Menyatakan Dukungan kepada Anies-Muhaimin

Sejarah Ponpes Lirboyo yang Menyatakan Dukungan kepada Anies-Muhaimin
Keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, secara terbuka menyampaikan dukungan kepada Capres Anies Baswedan dan Cawapres Gus Muhaimin Iskandar (AMIN), Sabtu (16/12/2023). Foto: dok Timnas AMIN

jpnn.com, JAKARTA - Keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, secara terbuka memberkan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan dan Gus Muhaimin Iskandar (AMIN).

Para ulama di Ponpes Lirboyo menginstruksikan seluruh jaringan alumninya untuk memenangkan AMIN.

Dukungan ini dideklarasikan melalui forum silaturahim keluarga dan dzurriyah, kiai, ibu nyai, gawagis serta nawaning di Ruang Lobi Aula Muktamar Pondok Pesatren Lirboyo, Kediri, Sabtu (16/12).

Lirboyo adalah nama sebuah desa yang digunakan oleh KH. Abdul Karim sebagai nama pondok pesantren yang didirikannya di barat Sungai Brantas.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Bahkan santri-santri Pondok Pesantren Lirboyo ikut berjuang di medan perang, salah satunya peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

KH. Abdul Karim lahir pada tahun 1856 di desa Diyangan, Kawedanan, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah.

Dia sudah mempelajari ilmu agama sejak usia 14 tahun. Kemudian, pada usia 40 tahun, Abdul Karim menikah dengan Siti Khodijah binti KH. Sholeh atau Nyai Dlomroh.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News