Sejumlah Alasan Kenapa Perusahaan di Australia Batal Mensponsori Visa

Tapi Konfir mengingatkan agar karyawan selalu mengecek latar belakang perusahaan sebelum meminta sponsor.
"Karena banyak perusahaan kecil yang tidak memberikan sponsor, mereka tidak punya kemampuan," katanya.
"Banyak perusahaan kecil yang pembukuannya enggak bersih, sementara jika mereka mau mensponsori seseorang, mereka harus memberikan pembukuan tersebut ke pihak imigrasi."
Ada juga yang berhasil
Baskara Natsky sudah bekerja sebagai 'chef' sejak tahun 2016 di sebuah grup 'hospitality'.
Selama setahun terakhir, Baskara mengatakan kariernya melaju pesat, sehingga merasa menjadi aset bagi restoran 'fine dining' tempatnya bekerja.
Hanya dalam beberapa bulan pertama, Baskara berhasil mendapatkan sponsor visa kerja.
"Mereka bisa membuka sponsorship itu, dengan catatan waktu saya kerja harus bagus ... enggak bisa main-main," katanya.
"Soalnya itu komitmen yang cukup panjang yang bisa dua, tiga tahun, jadi company harus sure ... yakin bahwa 'okay, you bring in something'," jelasnya.
Sejumlah pekerja asal Indonesia mengaku kecewa ketika perusahaan tempat mereka kerja batal mensponsori visa mereka agar bisa bekerja dan tinggal lebih lama di Australia
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Korea Selatan dan Australia Ramaikan Semarang Night Carnival 2025
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan