Sekjen KOI Sebut Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 Masih Ada, Begini Penjelasannya

Sekjen KOI Sebut Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 Masih Ada, Begini Penjelasannya
Brisbane sebelumnya pernah menjadi Tuan Rumah Pesta Olahraga Persemakmuran tahun 2018 dan juga KTT-G20. (612 ABC Brisbane: Jessica Hinchliffe)

jpnn.com, JAKARTA - Ambisi Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dipastikan gagal. Itu setelah Future Host Commission yang dibentuk International Olympic Committee (IOC) memberikan tawaran jalur khusus kepada Brisbane untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga terakbar sejagat itu.

Future Host Comission sendiri bertugas memverifikasi syarat negara calon tuan rumah. Dari penilaian mereka, Brsibane-lah yang masuk dalam tahap targeted dialogue, bukan Jakarta, Indonesia.  

Namun demikian, Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono menyebut peluang Indonesia belum habis. Dia hanya menyebut, Brisbane memang dalam posisi lebih unggul dari Indonesia.

Bagi Ferry, walaupun Brisbane masuk dalam tahap targeted dialogue, kemungkinan batal masih terbuka dan bisa saja Indonesia menyodok dengan Jakarta.  

"Brisbane masuk interested party pada 2019 dan di tahun itu pula mereka masuk continous dialogue. Sedangkan Indonesia baru masuk interested party pada 3 Februari lalu kami baru saja presentasi," katanya, Jumat (26/2).

Kini, Ferry Kono berharap bisa saja terjadi sesuatu kepada Brisbane yang menyebabkan mereka gagal jadi tuan rumah. Karena alasan itu, KOI terus melobi dan berkomunikasi IOC.

Pria berdarah Gorontalo itu meyakini, andai KOI bisa cepat memberikan apa yang diminta IOC, kemungkinan otoritas Olimpiade dunia itu mengubah penilaiannya cukup terbuka.

"Jika KOI terus memberikan apa yang diminta IOC dan memaparkan keunggulan-keunggulan Indonesia, bisa saja kami masuk targeted dialogue.

Sekjen KOI menyebut peluang Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 belum habis. Masih ada jalan yang diusahakan oleh KOI

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News