Sekolah Lima Hari, Ortu Kaget Anaknya Pulang Sore

Sekolah Lima Hari, Ortu Kaget Anaknya Pulang Sore
Siswa-Siswi baru salah satu SMP Negeri di Purwokerto mulai pulang sekolah pukul 15.00, Senin (24/7). Foto: Dimas Budi Lantoro MP/Radar Banyumas/JPNN.com

"Selain tidak mengikuti ngaji, jam pulang sekolah menjadi pukul 15.30. Sepulang sekolah anak menjadi sangat capek," tuturnya.

Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Agus wahidin kepada Radarmas mengatakan, sekolah yang sudah menerapkan lima hari sekolah sebagian sudah melaporkannya ke Dindik.

Artinya, ada sebagian pula yang belum melaporkan. Dindik meminta ketegasan sekolah untuk segera melaporkan jika sudah memulai. Menurutnya, data tersebut baru bisa terdata keseluruhan pada akhir bulan Juli.

Selain itu dia juga mempersilakan kepada sekolah yang belum melakukan dan hendak melakukan lima hari sekolah.

Kendati dipersilakan untuk menerapkan, namun sekolah harus lebih dulu melakukan komunikasi dengan wali siswa, komite, dan guru sekolah. "Jangan sampai ketika kebijakan sudah diterapkan muncul penolakan," ujarnya.

Selain itu ketika menerapkan kebijakan tersebut, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler juga tidak boleh ditinggalkan. "Ketiga kegiatan itu tetap harus ada, tidak boleh satupun kegiatan yang ditinggalkan, meski menerapkan lima hari sekolah," pungkasnya. (ali/ttg)


Di tengah pro dan kontra full day school, ada beberapa sekolah di Kabupaten Banyumas, Jateng, yang sudah menerapkan kebijakan sekolah lima hari.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News