Sekolah Lima Hari, Ortu Kaget Anaknya Pulang Sore

Sekolah Lima Hari, Ortu Kaget Anaknya Pulang Sore
Siswa-Siswi baru salah satu SMP Negeri di Purwokerto mulai pulang sekolah pukul 15.00, Senin (24/7). Foto: Dimas Budi Lantoro MP/Radar Banyumas/JPNN.com

Menurutnya, di sub Rayon 06 wilayah Banyumas, hanya SMP N 2 Banyumas yang belum menerapkan lima hari sekolah. Pihaknya menginginkan penerapan lima hari sekolah nantinya benar-benar matang dalam persiapannya.

"Dua minggu menjelang penerapan itu, kami masih melakukan persiapan internal maupun eksternal seperti perangkat pembelajaran," katanya, Senin (24/7).

Mengenai mekanisme lima hari kerja, sekolah dimulai pukul 07.00 hingga pukul 15.30. Sekolah akan menerapkan sembilan jam kegiatan intrakurikuler, 40 menit kokurikuler, dan satu jam untuk ekstrakurikuler. Kegiatan intra kurikuler akan dimulai sekitar pukul 07.15.

"Jadi saat menunggu pukul 07.00 hingga 07.15 melakukan kegiatan pembiasaan, seperti membaca buku atau tadarus," jelasnya.

Namun demikian, meski ada yang sudah dan belum menerapkan, nyatanya full day school tetap membuat kaget orang tua.

Hal itu diungkapkan A.Rohman, salah satu orang tua murid yang anaknya duduk di kelas 2, SMPN 1 Ajibarang.

Diakuinya, sejak tahun ajaran baru tahun ini, belum ada pemberitahuan akan diterapkannya lima hari sekolah. "Tiba-tiba saja mulai Senin minggu lalu sudah full day school," jelasnya.

Dia melanjutkan kendala yang dihadapi anaknya yakni sudah tidak dapat mengikuti ngaji yang sebelumnya rutin diikuti.

Di tengah pro dan kontra full day school, ada beberapa sekolah di Kabupaten Banyumas, Jateng, yang sudah menerapkan kebijakan sekolah lima hari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News