Sekolah Real Madrid di Sidoarjo

Sekolah Real Madrid di Sidoarjo
Sekolah Real Madrid di Sidoarjo
Dalam kesempatan tersebut Imam menjelaskan bahwa penyelenggaraan sekolah tersebut akan bekerjasama dengan Pengprov, Pengkab, Dinsos, Dispendik, Dispora, KONI, serta PSSI. Kerjasama, terutama diperlukan dalam proses seleksi siswa sekolah itu.

Untuk tahun pertama, menurut Imam, sekolah tersebut hanya menampung 100 siswa. Mereka akan dibagi dalam empat kelas. Yaitu kelas 6-8 tahun, 9-11 tahun, 12-14 tahun, dan 15-17 tahun.

Sesuai dengan namanya yang berlabel sosial, maka prioritas seleksi pemain lebih bernuansa sosial. Hak itu diwujudkan dengan komposisi siswa dimana 60 persennya adalah dari keluarga kurang mampu dan anak-anak korban lumpur panas di Porong Sidoarjo. "Mereka tidak akan dipungut biaya sepeser pun," papar Imam.

Sedang sisanya, 40 persen, adalah mereka yang berminat untuk belajar sepakbola dan bersedia membayar uang sekolah. "Target kami memajukan dan memberdayakan pesepakbola yang terkendala biaya. Rasanya tak adil kalau mereka yang punya kualitas tapi batal bersinar gara-gara uang," tutur Imam.

SURABAYA - Peran Jawa Timur sebagai salah satu barometer perkembangan sepak bola di Indonesia bakal semakin kukuh. Pembinaan sepak bola di usia dini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News