Sekolahnya Ada, Muridnya Tidak Ada, Hanya Babi dan Anjing Berkeliaran

Sekolahnya Ada, Muridnya Tidak Ada, Hanya Babi dan Anjing Berkeliaran
Kabid PAUD dan SD Dispendasbud Mimika, Levina M Kondologit, SPd. Foto: Radar Timika

Matahari sudah mulai terbenam, dengan ditemani sinar lampu darurat dan senter, setapak demi setapak tim masuk ke wilayah pemukiman masyarakat. Sepanjang perjalanan, tim hanya disambut kicauan burung dan ternak masyarakat setempat yang hidup liar. “Jangankan murid, masyarakat kampung setempat pun tidak ada,” katanya.

Namun tim akhirnya bisa bernafas lega, lantaran ada beberapa orang yang menempati kampung tersebut. Mereka adalah tiga orang guru bersama seorang anak guru dan penjaga sekolah. Para guru kontrak SD Negeri Sumpapro menjelaskan pada Levina, jika kampung tidak berpenghuni karena masyarakat pergi mencari nafkah di luar kampung dengan membawa serta anak-anak mereka, baik dari usia tingkat SD sampai SMP.

Kondisi ini menjadikan rumah-rumah mereka menjadi kosong dan tidak terawat. Karena mereka membawa serta seluruh anggota keluarga mereka. Mereka hanya meninggalkan hewan ternak yang dibiarkan hidup liar. Kondisi ini juga mengakibatkan aktivitas sekolah menjadi terhenti, lantaran tidak ada satu pun murid karena semuanya mengikuti keluarga mereka.

Para orang tua membawa anak mereka pergi mencari nafkah dengan alasan jika ditinggal di kampung, tidak ada yang dapat memberi makan anak-anak mereka, tidak ada yang dapat memperhatikan anak mereka.

Sepinya sekolah dan kampung terjadi hingga berbulan-bulan. Kampung baru mulai berpenghuni ketika ada perayaan besar seperti perayaan hari Natal dan lain sebagainya. 

Levina memberikan motivasi terkait pentingnya pendidikan pada para orang tua, sehingga anak-anak yang merupakan generasi keluarga harus mengenyam pendidikan, dengan tidak melakukan kehidupan yang hanya berputar di sekitar yang saat ini tengah dilakukan masyarakat. Perbincangan itu berlangsung hingga pukul 23.00 WIT.

Levina menjelaskan beberapa ide yang dia miliki untuk melakukan terobosan pada dunia pendidikan di wilayah pesisir Mimika. Salah satunya dengan menurunkan personil TNI-Polri di kampung-kampung yang tidak berpenghuni, untuk dalam jangka waktu beberapa bulan menjaga keamanan kampung dan ditempatkan beberapa guru untuk mengajar.

Namun semua dapat terlaksana jika ada anggaran, sehingga para anggota TNI-Polri bisa mendapat insentif dari tugas mereka, begitu pula para guru yang bersertifikat pendidikan dan memiliki akta mengajar. 

TIM dari Bidang Pendidikan PAUD dan SD pada Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika menemukan hal yang mengejutkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News