Sektor Ekonomi Mikro Butuh Perhatian

Sektor Ekonomi Mikro Butuh Perhatian
Sektor Ekonomi Mikro Butuh Perhatian
Kebanyakan para pelaku ekonomi ini cenderung melakukan kegiatan ekonominya bagaikan air mengair mengikuti arusnya. Tidak ada spesialisasi ataupun kekhususan perlakuan untuk merubah target pendapatannya. Mereka yang bergerak di sektor ini lebih banyak, jelasnya, karena faktor keturunan dan keterpaksaan, bukan merupakan hasil ‘cetakan by desain’.

“Usaha yang dilakukan di sektor keturunan, diantaranya pedagang makanan, obat-obatan, penjual ikan hias, buah-buahan, percetakan termasuk bengkel. Usaha ini sebagian besar dari warisan, setelah orang tuanya sudah tidak ada atau sudah tidak sanggup lagi menjalankan usahanya, merekalah para keturunannya yang melanjutkan dengan manajemen pengelolaan yang biasanya tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya,” ujar Dedi yang juga anggota Komisi B, DPRD Karawang ini.

Sedangkan mereka yang menjalankan kegiatan ekonomi ini berawal dari kondisi ‘keterpaksaan’, karena sulitnya mencari pekerjaan. Akhirnya, supaya tidak menganggur dan tidak menghasilkan apa-apa, lebih baik jualan, berdagang, dan buka usaha kecil-kecilan, meski keuntungannya terbilang lumayan.

Jadi, ujarnya, dua kondisi tersebut masih mendominasi latar belakang keberadaan sektor mikro ekonomi  di daerah termasuk di Kabupaten Karawang. Dengan demikian, mindset-nya harus dirubah, agar bisa mencetak sekaligus membina sebanyak-banyaknya para wirausahawan muda atau entrepreneur muda di Karawang.(ian/lsm)

KLARI-Sektor mikro ekonomi teruji mampu bertahan meski negara dilanda krisis ekonomi tahun  1997-1998 dibanding sektor lainnya seperti industri


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News