Senin, 17 Juni 2019 – 01:38 WIB

Selain Makanan, ini Beberapa Faktor Risiko yang Bisa Meningkatkan Kadar Asam Urat

Rabu, 27 Maret 2019 – 20:44 WIB
Selain Makanan, ini Beberapa Faktor Risiko yang Bisa Meningkatkan Kadar Asam Urat - JPNN.COM

jpnn.com - Asam urat merupakan hasil akhir (limbah) dari metabolisme purin.

Tanda dan gejala penyakit asam urat. Berikut tanda dan gejala penyakit asam urat yang perlu Anda ketahui: 

1. Nyeri sendi berkepanjangan, yang sering dirasakan pada ibu jari kaki, kaki, lutut, mata kaki, jari tangan, dan pergelangan tangan.
2. Peradangan sendi. Sendi yang terkena penyakit asam urat dapat mengalami bengkak, keras, panas, dan kemerahan.
3. Hambatan ruang gerak. Akan muncul gejala kekauan sendi sehingga sulit untuk bergerak.

Selain makanan, ada juga beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh, yaitu:

1. Pemilihan makanan. Ketahui dan hindari makanan yang tinggi purin seperti daging merah, makanan laut, makanan dan minuman yang mengandung fruktosa, serta konsumsi minuman beralkohol.

2. Obesitas. Kelebihan berat badan menjadikan tubuh akan memproduksi lebih banyak asam urat. Ginjal pun akan mengalami kesulitan untuk membuang asam urat.
3. Kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kronis seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, dan ginjal.
4. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretic tiazid, aspirin dosis rendah, atau obat-obatan untuk mencegah penolakan pada orang yang mengalami transplantasi organ.
5. Riwayat keluarga mengalami gout. Adanya anggota keluarga yang menderita penyakit ini.
6. Usia dan jenis kelamin. Penderita asam urat lebih sering terjadi pada pria. Namun, setelah wanita mengalami menopause, kemungkinannya menjadi sama dengan pria.

Jika Anda merupakan penderita asam urat, Anda bisa rutin memasukkan labu siam ke dalam menu diet rendah purin harian Anda. Hindarilah makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, serta makanan laut.

Tingkatkan juga upaya menjaga kadar asam urat dengan rutin berolahraga. Jika itu semua sudah rutin dilakukan tetapi kadar asam urat masih juga tinggi, lebih baik konsultasi lebih lanjut dengan dokter agar mendapatkan terapi yang lebih optimal. (RN/RVS/klikdokter)

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar