Selisih TKD Guru Madrasah dengan Sekolah Umum di DKI Jakarta Bisa Sampai Rp 5 Juta

Selisih TKD Guru Madrasah dengan Sekolah Umum di DKI Jakarta Bisa Sampai Rp 5 Juta
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Ricardo/JPNN.com

Bamsoet menyampaikan pandangannya usai menerima Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI).

Pengurus PGMI yang hadir antara lain Ketua Syamsudin dan Sekretaris Suhardi.

Hadir pula Ketua DPW PGMI DKI Jakarta Makhrus, Sekretaris DPW PGMI DKI Jakarta Edi Sulaksono, dan Anggota DPW PGMI DKI Jakarta Nurlaelah.

Ketua DPR ke-20 RI itu memaparkan jumlah madrasah negeri dan swasta di Indonesia dari mulai tingkat raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah.

Data statistik tahun ajaran semester ganjil 2020/2021 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menunjukkan jumlahnya mencapai 83.551 unit.

Kemudian, lanjut dia, dengan jumlah siswa mencapai 9,6 juta jiwa, jumlah guru mencapai 929.511 jiwa, dan tenaga pendidik mencapai 140.636 jiwa.

"Madrasah merupakan aset kekayaan pendidikan nasional. Keberadaan madrasah yang menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pendidikan formal sangat membantu Bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam," ucapnya.

Khususnya, kata Bamsoet, dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai agamanya sekaligus mencintai bangsa dan negaranya sehingga mereka membantu menciptakan suasana kesejukan dan moderasi beragama.

"Dari madrasah, anak bangsa bisa didik mengenai pentingnya merajut perbedaan dan keragaman melalui tradisi keagamaan dan kearifan lokal," kata Bamsoet.

Dia mengatakan prestasi peserta didik madrasah juga sangat mengagumkan.

Sebagai contoh, Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kota Makassar berhasil menyabet 4 gelar juara sekaligus dalam ajang Asean Robotic Day (ARD) 2021 pada September 2021.

Hal itu, katanya, menunjukkan bahwa siswa madrasah siap menghadapi era Industri 4.0 dan Cybion (Cybernetics, Biologi and Ontology).

"Besarnya potensi para siswa madrasah tersebut tentunya harus didukung dengan keberpihakan negara yang ditunjukkan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin kesejahteraan para guru dan tenaga didiknya," pungkas Bamsoet. (Antara/jpnn)

Kesenjangan guru madrasah dengan guru SD di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta jauh banget. TKD-nya bisa selisih hingga Rp 5 juta.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News