JPNN.com

Semoga Makin Banyak Perempuan Pejuang Kelestarian Hutan

Kamis, 16 Juli 2020 – 13:03 WIB
Semoga Makin Banyak Perempuan Pejuang Kelestarian Hutan - JPNN.com
Direktur Inventarisasi & Pemantauan Sumber Daya Hutan KLHK Belinda A Margono dalam webinar 'Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Hutan Lestari di Tengah Pandemi Covid-19' yang digelar Srikandi Hutan Lestari, Kamis (16/7).

jpnn.com, JAKARTA - Kalangan perempuan diharapkan terus meningkatkan peran dalam mendorong upaya melestarikan hutan. Upaya itu tidak hanya di lapangan, tetapi juga pada pengambilan keputusan dan mendorong konsumsi produk hasil hutan yang telah tersertifikasi.

Hal itu mengerucut dalam web seminar (webinar) yang diselenggarakan Srikandi Hutan Lestari, Kamis (16/7). Adapun tema webinar itu adalah Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Hutan Lestari di Tengah Pandemi Covid-19.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kementerian LHK Belinda A Margono yang menjadi pembicara pertama dalam webinar itu mengatakan, perempuan punya aspek sangat strategis. Namun, selama ini pengurusan hutan terutama aktivitas fisik dan lapangan telanjur dianggap sebagai dunia para pria.

“Ada pembagian kerja berbasis gender yang menempatkan perempuan di posisi lebih rendah,” ujar Belinda.

Selain itu, Belinda juga menyoroti peran penting perempuan dalam upaya melestarikan hutan yang ternyata kurang dikenal oleh masyarakat. “Sebenarnya kalangan perempuan telah berkontribusi nyata baik ekonomi ataupun ekologi, tetapi kurang direkognisi atau dikenali,” tuturnya.

Meski demikian, Belinda membanggakan kementerian yang menaunginya. Saat ini Kementerian LHK dipimpin oleh perempuan, yakni Siti Nurbaya.

Selain itu, dari 13 eselon I di Kementerian LHK paling tidak 30 persen ditempati perempuan. Semisal posisi Dirjen Planologi, Dirjen Urusan Sampah, Limbah dan B3, serta Dirjen Perubahan Iklim.

“Dari 79 eselon II di Kementerian LHK, ada 21 yang wanita,” sebut Belinda. “Pada masa lalu perempuan ketika didudukkan pada pengambilan keputusan biasanya pada posisi biro kepegawaian keuangan, tetapi kami di sektor kehutanan ini pada posisi-posisi teknis dan terkait lapangan.”

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara