Sempat Ditelepon Lamborghini Maut, Pengemudi Ferrari Takut karena...

Sempat Ditelepon Lamborghini Maut, Pengemudi Ferrari Takut karena...
Ferrari yang dikendarai Bambang setelah melaju bersama Lamborghini maut. FOTO: pojokpitu/jpnn.com

jpnn.com - SURABAYA - Sesaat setelah tabrakan Lamborghini maut terjadi, sang pengemudi Wiyang Lautner, 24, menelepon sejumlah orang untuk meminta pertolongan. Salah satu yang ditelepon adalah Bambang, sang pengemudi Ferrari yang sebelumnya melaju bersama dia. Wiyang dua kali menelepon Bambang. 

"Panggilan pertama tidak dijawab. Yang kedua baru diangkat,” ujar seorang sumber di Polrestabes Surabaya yang ikut memeriksa Bambang.

Saat menerima telepon, Bambang berhenti di traffic light. Saat itu lampu menyala hijau. Di CCTV dishub, terlihat Ferrari tersebut memang berhenti. Baru saat lampu berwarna hijau, mobil sport tersebut jalan, lantas putar balik.

Bambang mengakui bahwa dirinya melanggar rambu putar balik di perempatan Manyar Kertoarjo-Raya Menur karena Wiyang menelepon untuk minta tolong. 

Dari seberang jalan, Bambang melihat Lamborghini nahas itu. Dia berniat menolong temannya. "Tapi, dia pulang dulu untuk ganti mobil. Karena saat itu dia takut menjadi sasaran karena sama-sama bawa mobil mewah," lanjut sumber tersebut.

Setelah mengganti mobil, dia kembali ke lokasi kecelakaan, lantas menolong Wiyang. Setelah semua korban diangkat ke mobil, Bambang pulang kembali ke rumah.

Kanitlakalantas Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Adhika Ginanjar Widhisana mengatakan, pengemudi Ferrari datang ke Mapolrestabes sekitar pukul 11.00. Terkait dengan pengakuan Bambang, Adhika mengatakan, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli. (did/eko/c10/nw)


SURABAYA - Sesaat setelah tabrakan Lamborghini maut terjadi, sang pengemudi Wiyang Lautner, 24, menelepon sejumlah orang untuk meminta pertolongan.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News