Semua Capres Dipandang Tak Visioner dan Aspiratif

Semua Capres Dipandang Tak Visioner dan Aspiratif
Semua Capres Dipandang Tak Visioner dan Aspiratif
JAKARTA - Semua kandidat presiden (capres) Indonesia, dianggap tidak memiliki agenda visioner dan aspiratif dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Padahal, seperti diungkapkan aktivis dari lembaga Imparsial, ke depannya kasus-kasus HAM harus lebih keras diperjuangkan.

"Tidak ada calon yang mengagendakan penghapusan hukuman mati, penyelesaian kasus Semanggi I dan II, revisi undang-undang peradilan HAM, juga ratifikasi Internasional Criminal Court," kata Al Araf, peneliti Imparsial, dalam konferensi pers, Senin (22/6).

Al Araf mengatakan, hal ini tergambar dalam visi, misi dan program aksi para capres-cawapres yang akan bertarung dalam pemilihan presiden 8 Juli mendatang. "Tak ada satu pun agenda penegakan HAM. Yang tertuang dalam visi, misi dan program kerja (mereka) hanya bersifat umum dan tidak dijabarkan secara lebih jelas dan rinci," tambahnya.

Kesimpulan tersebut diambil pihak Imparsial, berdasarkan dokumen resmi mengenai visi, misi dan program aksi seluruh calon yang diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Al Araf, ketidakjelasan sikap para kandidat mengenai kasus-kasus seperti yang ia sebutkan, akan membuat penegakan hukum kembali lebih tergantung kepada kegigihan usaha para korban dan kekuatan-kekuatan masyarakat sipil.

JAKARTA - Semua kandidat presiden (capres) Indonesia, dianggap tidak memiliki agenda visioner dan aspiratif dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News