Sepandai-pandai Chairil Anwar Mencuri, Akhirnya...

Sepandai-pandai Chairil Anwar Mencuri, Akhirnya...
Buku Chairil karya Hasan Aspahani (pegang mic) saat didiskusikan di Cak Tarno Institut (CTI), taman Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, 10 Desember 2016. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.com.

Dan kabarnya, penyair Sitor Situmorang pernah diajari Chairil cara mendapatkan buku-buku terbaik dari toko tanpa harus melalui meja kasir, alias mencuri.

Atas dasar kelihaian itu, sebagaimana diceritakan Damhuri, wartawan Mochtar Lubis tak pernah ragu meminjamkan uang kepadanya, sebab Chairil akan membayar utang-utang itu dengan buku-buku hasil mencuri.

***

Chairil Anwar datang lagi ke rumah Soedjojono dengan cat putih. Memenuhi janji, pelukis kondang itu pun mulai melukis sang penyair.

Tak cukup sekali. Chairil harus datang beberapa kali lagi. Tapi, beberapa hari kemudian Chairil tak kunjung datang. Padahal, lukisan belum lagi rampung.

Eeh…Mia Bustam, istri Soedjojono melihat dengan mata kepalanya sendiri Chairil digiring dengan kasar oleh dua orang Kempetai. Kedua pelupuk mata Chairil membiru dan bengkak. 

Chairil berjalan terbungkuk-bungkuk menahan sakit. Sesekali kedua serdadu Jepang itu mengantamnya dengan popor senapan seraya memaki, "bakero!!!"

Chairil ditangkap atas laporan Yamamato, seorang pelukis Jepang. Rupanya, dia mendapatkan cat putih yang diberikannya kepada Soedjojono dari studio lukis milik Jepang itu. (wow/jpnn)

ADA buku baru terbit. Judulnya Chairil. Penulisnya Hasan Aspahani. Bukan sedang meresensi, tapi kabar gembira perlu juga disampaikan: Membaca buku


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News