Seperti Orang Indonesia, Jutaan Warga AS Nekat Mudik di Masa Libur Panjang

Seperti Orang Indonesia, Jutaan Warga AS Nekat Mudik di Masa Libur Panjang
Gerbang perbatasan Amerika Serikat dan Kanada di Lacolle, Quebec, Kanada, 17/4/2020, ditutup di tengah peningkatan wabah virus corona (COVID-19). Foto: ANTARA/REUTERS/Christinne Muschi/aa.

jpnn.com, WASHINGTON - Seperti warga Indonesia saat Idulfitri, masyarakat Amerika Serikat punya tradisi mudik untuk merayakan Thanksgiving bersama keluarga. Dan seperti di Indonesia, jutaan warga Paman Sam tetap menjalankan tradisi tersebut meski ada ancaman COVID-19. 

Jutaan warga Amerika Serikat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada masa liburan Thanksgiving dan mengabaikan peringatan dari pejabat kesehatan tentang bahaya penyebaran COVID-19.

Menurut Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), lebih dari satu juta orang terbang melalui bandara-bandara AS pada Jumat (20/11).

Jumlah itu merupakan penerbangan domestik terpadat kedua sejak pandemi mulai muncul.

Mereka tetap melakukan perjalanan meskipun ada permintaan dari pejabat kesehatan agar warga Amerika tetap di rumah untuk menghentikan penyebaran virus.

"Ini adalah kedua kalinya sejak pandemi volume penumpang melampaui satu juta," tulis juru bicara TSA Lisa Farbstein di Twitter, Sabtu (21/11).

Jumat menandai tonggak sejarah lain di AS ketika jumlah tertinggi kasus baru COVID-19 dilaporkan, yakni 196.815 infeksi dalam sehari.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa gelombang infeksi yang berkembang dapat segera membanjiri sistem perawatan kesehatan jika orang-orang tidak mengikuti pedoman kesehatan masyarakat, terutama saat masyarakat Amerika merayakan Thanksgiving pada Kamis (26/11) mendatang.

Soal tradisi mudik, warga Amerika Serikat ternyata sama keras kepalanya dengan orang Indonesia

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News