Serangan Rusia Banyak yang Meleset, Syria Hanya Ajang Unjuk Kekuatan

Serangan Rusia Banyak yang Meleset, Syria Hanya Ajang Unjuk Kekuatan
Foto: AFP

''Usaha Rusia dan Iran untuk mendukung Assad dan menenangkan penduduk hanya akan membuat mereka terjebak di kubangan dan itu tidak akan bekerja,'' tambah Obama.

Saat ini, di dalam negeri, Obama juga mendapat kritikan tajam dan sorotan lantaran serangan Rusia tersebut. Sebab, Rusia dinilai bisa unjuk kekuatan di Syria akibat Obama ogah-ogahan mengerahkan segenap kekuatan di Damaskus. Program pelatihan yang gagal juga menjadi kritik tersendiri.

Bukannya berhasil menumpas ISIS, pasukan pemberontak yang mereka latih justru memberikan senjata bantuan dari AS ke Front Al Nusra, organisasi di bawah Al Qaeda. Artinya, AS malah mempersenjatai militan lain dan tambah memperkeruh suasana. Padahal, selama ini pasukan AS turut memerangi Al Qaeda dan organisasi-organisasi di bawahnya.

Serangan Rusia yang banyak mleset itu juga dikemukakan Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon. Dia menyebutkan bahwa hanya satu di antara 20 serangan udara Rusia yang mengenai markas ISIS. Selebihnya adalah serangan terhadap markas pasukan oposisi yang memberontak ke Assad. Selama empat hari ini, serangan Rusia dilakukan setiap pagi hari.

"Rusia hanya berusaha memperkuat Assad dan mengabadikan penderitaan (penduduk Syria, Red),'' tutur Fallon kepada The Sun. Menurut Fallon, banyak serangan yang menyasar penduduk sipil karena tidak adanya panduan bagi pilot-pilot jet tempur Rusia.

Kritikan senada diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin mempertimbangkan kembali strategi serangan di Syria. Dia memperoleh informasi bahwa Rusia telah menewaskan 65 orang di Syria.

Tidak diketahui apakah jumlah tersebut penduduk sipil saja ataukah termasuk militan ISIS dan para pemberontak. Erdogan bahkan berencana berbicara langsung dengan Putin terkait dengan hal itu.

Gencar dikecam, pemerintah Rusia membela diri. ''Saya ingin menegaskan bahwa tidak ada serangan ke infrastruktur milik penduduk, terutama bangunan yang dihuni,'' jelas Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov.

DUA negara yang terlibat Perang Dingin, Amerika Serikat dan Rusia, harus berhadapan dalam pusaran krisis Syria meski tidak frontal. Sebelumnya, AS

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News