Siap Hadapi Krisis Jilid Tiga

Siap Hadapi Krisis Jilid Tiga
Siap Hadapi Krisis Jilid Tiga
JAKARTA- Dua kali dihadapkan pada krisis, yakni tahun 1997-1998 dan 2008-2009, membuat Indonesia lebih berpengalaman. Bahkan, banyak pengamat menilai berhasil melewati krisis dengan bukti tetap menjaga pertumbuhan ekonomi. Indonesia pun dinilai siap jika ada krisis jilid ketiga.

      

Asean Secretary and world Bank Team East Asia, Ririn Purnamasari mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki system early warning menghadapi krisis. "Mungkin ini satu-satunya sistem peringatan yang dimiliki negara di Asia bahkan dunia. Sistem ini telah mulai bekerja. Buktinya di 2008, dampak krisis tidak begitu terasa seperti krisis 2007. Sistem peringatan inilah yang harus dijaga, sehingga bila ada gejolak sedikit saja di data, pemerintah sudah bisa bersiap-siap hadapi krisis berikutnya," kata Ririn kepada JPNN usai menjadi keynote speaker dalam National Workshop, The Global Financial Crisis and Vulnerabilities - Impact, Response, Next Step di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (23/3).

      

Sementara itu, Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Kementrian PPN/Bappenas, Dedi Masykur pada wartawan mengatakan, bahwa data yang berada di BPS, telah dilakukan pengujian dan pendampingan data bersama dengan World Bank. "Data ini kita buat agar pemerintah jangan kaget lagi (kalau krisis). Kita harapkan, nanti data ini kalau bisa per kuartal untuk mengetahui dampak kebijakan terhadap kemiskinan. Mudah-mudahan siap menghadapinya (kalau krisis jilid tiga)," katanya.

      

Agar program pemerintah mewaspadai krisis berhasil, Dedi mengatakan bahwa informasi dari data pemerintah juga harus direspon baik oleh pemerintah daerah.

      

JAKARTA- Dua kali dihadapkan pada krisis, yakni tahun 1997-1998 dan 2008-2009, membuat Indonesia lebih berpengalaman. Bahkan, banyak pengamat menilai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News