Siap Nilai 100 Hari Pertama

F-PKB Kritisi Faksi-Faksi di Polri

Siap Nilai 100 Hari Pertama
Siap Nilai 100 Hari Pertama
JAKARTA – Sesuai jadwal, baru hari ini Komisi III DPR bakal melakukan fit and proper test terhadap Komjen Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan presiden. Namun sejumlah kekuatan politik di Senayan sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda bakal merestui mantan Kapolres Jakarta Barat ini untuk menduduki posisi orang nomor satu di institusi Polri.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) misalnya, mengaku siap kritis dengan memberikan kesempatan pada Timur Pradopo. Ini jika disetujui dan disahkan paripurna DPR, F-PKB ingin membuktikan kinerjanya selama 100 hari pertama. Satu poin mendasar, menurut F-PKB, siapapun yang menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) nanti, harus bisa mengembalikan kepercayaan publik yang terus memburuk terhadap

institusi Polri.

“Kalau kabinet dinilai masyarakat dalam 100 hari, Kapolri saya kira juga bisa dinilai dalam 100 hari. Yang perlu kita perhatikan pertama menyangkut kepercayaan publik yang terus turun. Siapapun yang maju, mau tidak mau harus perhatikan itu,” kata Ketua Fraksi PKB Marwan Ja’far saat diskusi “Reformasi Kepolisian” di ruang fraksi di gedung DPR, kemarin (13/10/2010).

Menurut Marwan, isu mengenai trust sangat mendasar bagi langkah reformasi internal yang tengah dibangun di tubuh Polri. Pasalnya, bagaimanapun Polri adalah institusi publik yang sehari-hari menjadi sosial order di tengah-tengah masyarakat.  Masih berkaitan dengan masalah trust ini, tugas Kapolri baru lainnya, menurut Marwan, adalah menyangkut keberadaan faksi-faksi yang berkembang di intern elite kepolisian. Faksi-faksi ini harus segera diharmonisasi.

JAKARTA – Sesuai jadwal, baru hari ini Komisi III DPR bakal melakukan fit and proper test terhadap Komjen Timur Pradopo sebagai calon tunggal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News