Silvio Berlusconi Tolak Opsi Mundur

Dimosi Tidak Percaya karena Korupsi dan Amoral

Silvio Berlusconi Tolak Opsi Mundur
Silvio Berlusconi Tolak Opsi Mundur
Seperti prediksinya, tokoh kelahiran Kota Milan itu lolos mosi tidak percaya di senat kemarin. Karena itu, dia langsung menepis opsi mundur. Berdasar peraturan yang berlaku di Negeri Collosseum itu, Berlusconi diperkenankan mundur sebelum voting kedua digelar di majelis rendah. Tapi, biasanya, opsi itu hanya dipilih oleh politikus yang tak lolos mosi tidak percaya senat. Dengan demikian, politikus bersangkutan tidak perlu dipermalukan dua kali, di senat dan majelis rendah.

   

Meski mendapatkan banyak dukungan di senat, Berlusconi tidak yakin bisa kembali lolos di majelis rendah. Sebab, pengaruh dia di lembaga legislatif tersebut tidak terlalu besar. Bahkan, jika dia berhasil memenangkan dukungan majelis rendah pun, pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan berjalan mulus. Apalagi, selisih perolehan suara kubu yang pro dan kontra terhadap Berlusconi tidak akan banyak.

     

"Akan sangat sulit bagi Berlusconi untuk melanjutkan pemerintahan hanya dengan selisih satu atau dua suara dalam Chamber of Deputies (majelis rendah)," kata seorang pengamat politik Italia dalam wawancara dengan koresponden BBC di Roma, Duncan Kennedy. Pengaruh Berlusconi di majelis rendah semakin pudar setelah dia berselisih dengan sekutu dekatnya, Gianfranco Fini.

   

Kali ini, selain tudingan korupsi dan penyalahgunaan wewenangnya sebagai orang nomor satu di pemerintahan Italia, Berlusconi juga dijerat dengan tuduhan amoral. Ini terkait keterlibatan bapak lima anak itu dengan sindikat prostitusi dan kegemarannya bergaul dengan gadis-gadis muda. Tapi, di masa lalu, dia selalu sukses melewati rangkaian mosi tidak percaya parlemen. Jika gagal melewati mosi tidak percaya di majelis rendah, dia terpaksa mengundurkan diri. (hep/ami)

ROMA - Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi kembali menghadapi mosi tidak percaya kemarin (14/12). Tapi, lagi-lagi, dia berhasil lolos dalam


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News