JPNN.com

Simpang Siur Serangan OPM Bikin Panik

Kamis, 09 November 2017 – 09:04 WIB Simpang Siur Serangan OPM Bikin Panik - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Beberapa hari terakhir, rangkaian foto yang disebut sebagai aksi penyerangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap Brimob menyebar di Facebook.

Ternyata, informasi itu palsu dan sudah direspons oleh pihak kepolisian.

"Foto dalam posting-an tersebut adalah kejadian pada 2014. Jadi, posting-an akun Facebook tersebut adalah hoaks," tulis akun Twitter Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri.

Hingga tadi malam, masih banyak yang menyebarkan rangkaian foto yang dianggap penyerangan OPM terhadap personel Brimob itu.

Salah satunya, akun Khanza Rafany. Dia mengunggah tiga foto dengan tambahan status, ''Organisasi Papua Merdeka serang lagi Brimob yang sedang melakukan patroli. Tembak dan gorok. Gak perlu ancaman lagi.''

Satu di antara tiga foto yang dibagikan akun Khanza Rafany menunjukkan seorang pria berpakaian polisi.

Sekilas di dadanya ada nama Arifin. Dari penelusuran lewat Google image search, ternyata pria dalam foto tersebut bukan polisi yang ditembak, melainkan polisi yang bunuh diri.

Situs pojoksatu.id (Jawa Pos Group) pernah menurunkan tulisan soal tragedi tersebut.

Polisi yang bunuh diri itu bernama Brigpol Arifin. Pada 4 April 2015, pria 45 tahun tersebut ditemukan bersimbah darah di ruang provos Polsek Manggala, Makassar. Dia bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Foto lain yang dibagikan oleh penyebar hoaks ialah kerumunan orang.

Sepertinya, foto itu diambil di daerah Papua. Foto tersebut sengaja diselipkan untuk mengesankan bahwa polisi yang bersimbah darah dalam foto sebelumnya merupakan korban serangan OPM.

Satu foto lagi yang turut disebar adalah gambar polisi dan anggota TNI yang bersimbah darah.

Jejak digital foto kolase tersebut sulit dipastikan. Tidak banyak media mainstream yang mengunggah foto itu sebagai berita.

Hanya ada satu blog yang menyatakan bahwa itu merupakan foto anggota TNI dan polisi yang tewas saat kontak senjata dengan separatis di Aceh.

Nama dada di baju polisi tersebut sepintas tertulis Masriadi.

Berdasar penelusuran di Google, pernah ada anggota Brimob bernama Briptu Alex Masriadi yang tewas saat kontak senjata dengan Gerakan Aceh Merdeka pada 2003. (gun/eko/c20/fat/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...