Situasi Corona di Sumbar Mendekati Skenario Paling Mengerikan

Situasi Corona di Sumbar Mendekati Skenario Paling Mengerikan
Ilustrasi swab test COVID-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, PADANG - Situasi pandemi virus corona di Sumatera Barat mendekati skenario terburuk yang diprediksi sejumlah akademisi awal April lalu.

Saat itu, akademisi memperkirakan 350 orang di Ranah Minan akan terpapar corona pada Mei, bertepatan dengan momentum Lebaran 1441 Hijriah.

Nah, data tim penanganan COVID-19 Sumbar mencatat hingga Rabu (13/5), total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 339 orang, hanya terpisah sebelas orang dari prediksi terburuk, sementara bulan Mei masih tersisa 18 hari.

"Hari ini ada tambahan 20 orang positif COVID-19 hingga total 339 telah terpapar," kata juru bicara tim penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, di Padang.

Meski kurva penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir terbilang tinggi, selalu pada posisi dua digit, tetapi Jasman berharap skenario terburuk prediksi akademisi itu tidak terjadi.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah menyurati beberapa direktur utama rumah sakit di provinsi itu untuk memprioritaskan penanganan pasien COVID-19 karena jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari.

Tindakan itu sebagai langkah antisipasi agar daerah tersebut tetap bisa menangani dan memberikan perawatan medis pada pasien positif COVID-19 untuk memutus mata rantai penyebaran wabah.

Selain rumah sakit, Pemprov Sumbar juga sudah menyiapkan lima lokasi karantina untuk menangani pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan.

Selain soal situasi corona di Sumbar yang masih menakutkan, Anda juga bisa melihat klasemen COVID-19 Indonesia di berita ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News