Soal Kasus Dokter Priguna, Gubernur Dedi Mengeluarkan Pernyataan Keras
jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat menyoroti kasus pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah Pratama di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung.
Pria yang karib disapa Demul itu pun mendesak agar kasus pemerkosaan itu diusut secara tuntas.
Diketahui, dalam kasus tersebut Priguna Anugerah mengeklaim sudah melakukan perdamaian dengan korban pertama, di mana keduanya sudah membuat perjanjian di atas materai, tetapi belakangan muncul dua orang korban lainnya.
Bagi Demul, persoalan ini bukan soal perdamaian antara korban pertama dengan sang dokter tersebut, melainkan harus adanya kepastian hukum dari kasus.
"Saya tetep, kan saya denger ada aspek-aspek yang bersifat perdamaian. Intinya kan bukan itu masalahnya, intinya adalah kita harus membangun kepercayaan atau trust yang tinggi terhadap perguruan tinggi kemudian dunia kedokteran," kata Dedi. Minggu (13/4/2025).
Membenahi hal itu, menurut Demul, pihak-pihak terkait harus menegaskan bahwa yang bersangkutan sudah bukan sebagai dokter, karena adanya dugaan pelanggaran kasus hukum pidana.
"Jadi hukumannya harus tegas dan harus cepat diambil keputusan yang bersifat hukuman dari perguruan tingginya. Karena apa? Karena itu kepercayaan," ucapnya.
Atas kasus ini, Demul juga menyoroti perihal rekrutmen atau penerimaan mahasiswa kedokteran di universitas.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah Pratama di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung.
- Gubernur Dedi Mulyadi Sulap Mobil Mercedes-Benz Jadi Ambulans Siaga di Tol Cipali
- Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Holding BUMD 'Sangga Buana', Tunggu Restu Kemendagri
- Mudik Lebaran 2026, Dedi Mulyadi Usul Sopir Angkot hingga Tukang Ojek Libur 14 Hari
- 3 Korban Kekerasan Seksual Dokter Priguna Terima Restitusi Rp 137 Juta
- Natal 2025: Gubernur Dedi Mulyadi Serukan Cinta Kasih untuk Alam
- Gebrakan Dedi Mulyadi, Pelaku Pidana di Bawah 5 Tahun Tidak Ditahan
JPNN.com




