Soal Kuota Belajar Diisi Aplikasi Berbayar, Indra Charismiadji: Itu Pembohongan Publik

Soal Kuota Belajar Diisi Aplikasi Berbayar, Indra Charismiadji: Itu Pembohongan Publik
Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji. Foto: Mesya/JPNN.com

Lebih lanjut dikatakan Indra, masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak hanya kuota tetapi banyak yang lain.

Seperti ketersediaan gawai, akses internet, pedoman pelaksanaan PJJ yang mumpuni, dan lain sebagainya.

Sebelumnya Kemendikbud telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar.

Menurut Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Evy Mulyani, daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kekhawatiran kuota data internet disalahgunakan.

Evy menambahkan bahwa daftar tersebut juga memuat aplikasi dan video conference yang utama dan secara umum banyak sekali digunakan dalam PJJ sehingga diyakini memadai untuk pemenuhan kebutuhan PJJ.

Evy mengimbau guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dapat mengakses laman tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bantuan kuota data internet tersebut.

Dalam daftar tersebut terdapat 19 aplikasi pembelajaran, lima video conference, 22 website, dan 401 website universitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan PJJ.

Dia menjelaskan dalam laman tersebut kuota bantuan internet dari Kemendikbud dibagi dua, ada kuota umum dan kuota belajar.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengkritisi kuota internet yang dinilainya membohongi publik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News