Soal Pengganti Anies, Hasto Sebut Banyak Nama, Keputusan Tetap di Tangan Bu Mega

Sementara itu, Hasto melanjutkan untuk Gibran masih perlu membuktikan kepemimpinannya di Solo, Jawa Tengah, seperti yang dilakukan Risma di Surabaya.
Hasto menuturkan dalam memimpin Solo, Gibran yang juga putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga banyak meminta ilmu kepada Risma.
"Ibu Risma menjadi salah satu pengajar yang menyampaikan berbagai aspek strategis tentang bagaimana membangun kota agar lebih manusiawi, agar setiap warganya bergotong royong dengan penuh kesadaran, memperindah kota, dan membawa kemajuan bagi setiap warganya," urai Hasto.
Lebih lanjut Hasto mengatakan bahwa PDIP juga memiliki kader, seperti Abdullah Azwar Anas yang berhasil memimpin Banyuwangi, Jatim, selama dua periode. Ada juga Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang, yang juga dianggap sebagai sosok muda berhasil.
Selain itu, ada pula Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau akrab disapa Mas Kanang dan Bupati Gianyar I Made 'Agus' Mahayastra.
Meski demikian, lanjut Hasto, siapa pun yang saat ini diperbincangkan untuk menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta, semua keputusannya berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri alias Bu Mega.
"Bagi PDI Perjuangan, keputusan berada di Ibu Megawati Soekarnoputri," pungkas Hasto Kristiyanto. (tan/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat suara mengenai calon yang akan didukung di Pilgub DKI 2024. Hasto menyebut sejumlah nama yang berpengalaman.
Redaktur : Boy
Reporter : Fathan Sinaga
- Letjen Kunto Anak Pak Try Batal Dimutasi, Ini yang Terjadi
- Pramono Anung Bakal Buka Perpustakaan dan Museum Hingga Malam Hari
- Surat Ini Bikin Mutasi Letjen Kunto Arief Dianggap Bermuatan Politis
- Versi Pengamat, Prabowo Tak Merestui Mutasi Letjen Kunto Arief
- Eks KSAL Ini Anggap Gibran bin Jokowi Tak Memenuhi Kriteria Jadi Wapres RI
- Pramono Minta Dikritik Selama Menjabat Sebagai Gubernur DKI