Soal Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Pakar: DPR Bisa Masuk Angin
jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Saiful Anam mengatakan DPR RI harus kritis dalam meratifikasi perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dengan Singapura yang telah diteken pimpinan kedua negara.
Menurut Saiful, DPR RI mungkin saja akan berat dalam memberi persetujuan ratifikasi perjanjian ekstradisi tersebut.
"DPR bisa jadi masuk angin atau bahkan disusupi berbagai macam kepentingan untuk tidak mengesahkan perjanjian ekstradisi ini," kata Saiful kepada JPNN.com, Sabtu (29/1).
Sebab, menurut Saiful bisa jadi terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan adanya pengesahan perjanjian ekstradisi tersebut.
Pria bergelar Doktor Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia itu pun mengingatkan jangan sampai dalam perjanjian tersebut ada klausul yang dapat merugikan Indonesia.
Menurut Saiful, DPR bisa saja hanya mengesahkan sebagian perjanjian ekstradisi tersebut, yakni bagian yang dapat memperkuat pemberantasan korupsi.
"Kalau misalnya ada klausul yang merugikan pemberantasan korupsi dapat saja disimpangi sehingga pengesahan perjanjian ekstradisi ini bersifat holistik dan dapat dikenakan kepada siapa pun dan pada waktu kapan pun," ujar Saiful.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menandatangani perjanjian ekstradisi dan 2 perjanjian lainnya antara Pemerintah Republik Indonesia dan Singapura.
Pakar hukum tata negara Saiful Anam mengatakan DPR RI harus kritis dalam meratifikasi perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dengan Singapura yang telah diteken pimpinan kedua negara, simak selengkapnya.
- Pengamat: Bisa Jadi Jokowi Marah kepada Prabowo yang tak Membela Gibran Soal Ijazah
- Pengamat Nilai Jokowi Kini Tak Terpikir Gibran 2 Periode, Tidak Dimakzulkan Saja Sudah Oke
- Jokowi Tak Tegas soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Berkata Begini
- BULOG Cetak Sejarah Pengadaan 4 Juta Ton, Gelar Tasyakuran Bersama Komisi IV DPR di Ambon
- Efriza: DPR Tidak Otomatis Wajib Memakzulkan Gibran
- Efriza Pertanyakan Keberanian DPR Gunakan Hak Pengawasan terkait Ijazah Gibran
JPNN.com




