JPNN.com

Solusi Bagi Jemaah Haji dan Umrah yang Kelebihan Bagasi

Jumat, 26 Juli 2019 – 05:14 WIB Solusi Bagi Jemaah Haji dan Umrah yang Kelebihan Bagasi - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahun bertambah. Tahun ini jumlah jemaah hajinya mencapai 221 ribu orang. Sedangkan jemaah umrah mencapai 1,1 juta orang.

Sayangnya, peningkatan jumlah jemaah ini menimbulkan masalah besar juga. Salah satunya adalah kelebihan bagasi.

Banyak jemaah yang terpaksa kehilangan barangnya karena bagasinya melebihi ketentuan. Persoalan klasik ini terus berulang sehingga menimbulkan kerugian di kalangan jemaah.

Belum lagi tingkah laku jemaah yang nekat membawa air zamzam untuk disimpan di kabin dan ditambah oleh-oleh lainnya dalam jumlah cukup banyak. Hal inilah yang membuat PT TIPS Inovasi Indonesia mengeluarkan aplikasi untuk solusi bagasi haji dan umrah.

Menurut CEO & Co Founder PT TIPS Inovasi Indonesia Ryan A Ronas, maskapai penerbangan nasional dan internasional memiliki aturan ketat dalam masalah bagasi. Dalam aturannya berat maksimal tas bawaan di kabin maksimal 7 kg dan koper di bagasi maksimal 32 kg.

Solusi Bagi Jemaah Haji dan Umrah yang Kelebihan Bagasi

Kelebihan bagasi jemaah haji dan umrah kini sudah ada solusinya. Foto: Mesya/JPNN.com

Namun peraturan seperti itu kerap dilanggar karena keinginan jemaah membawa oleh-oleh untuk keluarga sehingga membeli dalam jumlah besar.

"Saat bagasi ditimbang sebelum masuk ke pesawat, terjadi kelebihan muatan menyebabkan petugas membongkar bagasi. Hal itu sangat umum terjadi di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah (JED) maupun di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah (MED)," ungkap Ryan dalam dialog interaktif dengan tema Pemanfaatan Bagasi dan Kargo Jemaah Haji-Umrah Indonesia di Jakarta, Kamis (25/7).

Untuk mengatasi hal itu dan tidak merugikan jemaah haji, lanjutnya, kini ada layanan aplikasi TIPS yang membantu memberikan solusi masalah bagasi. Aplikasi TIPS Haji dan Umrah ini merupakan aplikasi kargo khusus untuk para jemaah agar semua oleh-oleh maupun benda cair seperti air zam-zam bisa diangkut seluruhnya.

BACA JUGA: Menag Pastikan Umrah Digital Tetap Diselenggarakan oleh PPIU

"TIPS haji dan umrah memudahkan jemaah untuk menjemput koper dan kargo dari Madinah, Mekkah dan Jeddah," ujarnya.

Bagaimana caranya? Jemaah haji cukup mengunduh aplikasi ini kemudian memesan pengiriman koper dan kargo lainnya lewat aplikasi TIPS. Kemudian Mutawwif akan menjemput paket barang kiriman di hotel tempat tinggal jemaah. Paket diterima kemudian ditimbang dan dikonfirmasikan ke mitra perusahaan angkutan di Saudi Arabia.

"Jemaah melakukan pembayaran via transfer, top up saldo maupun tunai. Setelah pembayaran, barang dikirim dari Saudi Arabia ke Tanah Air sesuai dengan embarkasi tujuan. Jemaah menerima kiriman barang sesuai dengan yang tertera pada aplikasi TIPS," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan Ryan, selain membantu pengiriman barang milik jemaah haji dan umrah dari Arab Saudi ke seluruh embarkasi di Indonesia, di masa mendatang pihaknya akan mengelola koper haji dan umrah sejak keberangkatan dari Jakarta menuju Saudi Arabia hingga kepulangan kembali ke Jakarta.

Jemaah tidak lagi dipusingkan akan membawa koper sejak berangkat hingga penambahan koper sejak melakukan ibadah di Tanah Suci.

"Jemaah haji dan umrah dapat dengan mudah melakukan pesanan, pembayaran hingga monitoring pergerakan koper dan kargo sejak di Tanah Suci hingga barang tiba di Jakarta. Adanya kepastian dan jaminan harga dan waktu pengiriman koper dan kargo jemaah," ucapnya.

Bagi Travel Haji dan Umrah, tambah Ryan, layanan TIPS memberikan nilai tambah bagi jemaahnya atas pengelolaan barang bawaan selama ini. Untuk jemaah, solusi digital TIPS Haji dan Umrah memberikan kenyamanan untuk lebih fokus dalam melakukan ibadah. (esy/jpnn)

 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...