Sri Mulyani Bela Diri Soal Bank Century

Sri Mulyani Bela Diri Soal Bank Century
Sri Mulyani Bela Diri Soal Bank Century
Sementara itu, pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution yang juga turut hadir di dalam konferensi pers tersebut menjelaskan, di dalam proses audit BI tidak memberikan informasi yang lengkap dan seutuhnya mengenai kondisi Bank Century kepada KSSK. Alasanya, informasi yang tidak diberikan seutuhnya itu terkait Pencadangan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) atau pengakuan kerugian atas Surat-Surat Berharga (SSB) valas yang mengakibatkan penurunan ekuitas.

Dikatakan, Darmin, baru menerapkan secara tegas ketentuan PPAP atas aktiva-aktiva produktif tersebut setelah Century diserahkan penanganannya kepada LPS, sehingga terjadi peningkatan biaya dari Rp 632 miliar menjadi Rp6,7 triliun. Di samping itu, BI pun juga kembali menegaskan telah memberikan seluruh data dan informasi yang diperlukan BPK.

BI juga menegaskan telah memberikan seluruh data dan informasi yang diperlukan oleh BPK. BI berpendapat, penyelamatan Bank Century harus dilihat dalam konteks penyelamatan sistem keuangan, perbankan, dan perekonomian secara keseluruhan yang pada periode berikut tersebut diambang krisis.

Namun, kebijakan BI yang juga menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berpotensi sistemik, merupakan bagian dari kebijakan yang ditempuh BI dalam upaya penanganan dampak krisis global yang bertujuan untuk menyelamatkan sistem keuangan negara. (cha/JPNN)

Berita Selanjutnya:
Harga Rokok Naik Hingga 50%

JAKARTA - Sehari setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dana talangan untuk Bank Century diserahkan ke DPR dan Presiden, Dengan


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News