Sri Mulyani Berharap Perjalanannya Difilmkan

'Curhat' Lagi, Merasa Dihakimi di Kasus Century

Sri Mulyani Berharap Perjalanannya Difilmkan
Sri Mulyani Berharap Perjalanannya Difilmkan
Dengan blak-blakan pula, SMI lantas membandingkan perjalanan dua pemerintahan yang pernah dilaluinya. "Kalau dulu, pergantian rezim orde lama ke orde baru, semua orang di-stigma komunis. Kalau ini, khusus didesain pada era reformasi dan di-stigma 'Sri Mulyani' identik dengan 'Century'. Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan mengenai suatu penghakiman telah terjadi. Di situlah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik yang didorong, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan, membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan? Divonis tanpa pengadilan?," ujarnya tegas, seolah mempertanyakan posisinya dalam kasus bailout Century yang tak kunjung mendapatkan kepastian hukum, hingga akhirnya menyatakan mundur dari jabatan Menkeu.

Sri pun mengatakan bahwa banyak orang menilai keputusan mundur dirinya dari jabatan Menkeu sebagai suatu kekalahan. Namun katanya pula, dirinya justru merasa yakin telah menjadi pemenang. "Saya menang, saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya, karena tidak didikte oleh siapa pun, termasuk mereka yang menginginkan saya tidak di sini. Saya merasa berhasil dan saya merasa menang, karena definisi saya adalah tiga: selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya. Maka di situ saya menang," tegasnya. (afz/jpnn)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) berharap ada sutradara tanah air yang membuat film tentang perjalanannya sebagai


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News