Strategi Kementan Untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Sapi Indonesia

Strategi Kementan Untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Sapi Indonesia
Ilustrasi sapi. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Dalam mendukung Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan tengah menerapkan teknologi tepat guna yakni transfer embrio (TE).

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, pemanfaatkan teknologi transfer embrio ini untuk memproduksi sapi bibit unggul jenis Belgian Blue yang dikawinsilangkan dengan beberapa jenis sapi di Indonesia. Melalui kegiatan transfer embrio, selain untuk peningkatan mutu genetik juga untuk memperkaya genetik ternak yang telah ada.

"Selain untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Upsus Siwab juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya genetik ternak sapi melalui pemanfaatan teknologi reproduksi," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (21/8).

Menurutnya, faktor utama keberhasilan pengembangan ternak juga harus ditunjang dengan pemenuhan hijauan pakan ternak yang berkualitas. Ketut menuturkan bahwa pada 2019, Program Gerakan Pengembangan dan Pemanfaatan Pakan Berkualitas (Gerbang Patas) sudah terealisasi 59,5 persen atau sebesar 97 hektare, dan untuk pengembangan padang pengembalaan sebesar 100 hektare sudah terealisasi 100 persen, pemeliharaan padang pengembalaan 472 hektare terealisasi 300 hektare atau setara 50,56 persen.

Lanjut Ketut menjelaskan bahwa Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah dengan potensi pengembangan ternak sapi nasional yang masih sangat besar untuk dapat dikembangkan mengingat potensi pakan yang tersedia sangat banyak.

"Melihat potensi yang dimiliki, papua bisa kembangkan potensi peternakan dengan pakan yang memiliki nutrisi tinggi bagi ternak seperti indigofera dan odot,” ujarnya.

Ketut juga berharap agar pelaku peternakan khususnya Pemprov Papua untuk terus mendukung kemajuan pembangunan peternakan Indonesia. Kesadaran dan perhatian akan pentingnya penanganan masalah pangan menjadi pendorong untuk mewujudkan Swasembada Daging Sapi tahun 2026 sebagaimana ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo.

Menyambut pernyataan Ketut, Bupati Keerom Muh. Markum menyampaikan kegiatan Gebyar Siwab dan Panen Pedet di Keerom menunjukkan betapa besarnya potensi pengembangan peternakan di Papua khususnya Kabupaten Keerom.

Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah dengan potensi pengembangan ternak sapi nasional yang masih sangat besar untuk dapat dikembangkan mengingat potensi pakan yang tersedia sangat banyak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News