Sudah 97,4 Persen Rakyat Indonesia Rekam e-KTP

Sudah 97,4 Persen Rakyat Indonesia Rekam e-KTP
E-KTP. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Karena itu mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini berharap masyarakat yang belum merekam bisa segera mendatangi kantor-kantor dukcapil di daerah masing-masing. Agar target perekaman dapat tercapai.

"Mungkin dia kerjanya pulang malam, kerja atau sekolah di luar negeri, jadi belum merekam e-KTP. Tapi perlu saya ingatkan, jangan sampai tahun depan di Pemilu 2019 belum merekam juga. Karena nanti bisa saja namanya tidak ada di TPS. Jadi merekam itu penting," ucapnya.

Tjahjo mengakui, problem untuk mengejar target perekaman 100 persen tidak sama di masing-masing daerah.

Contohnya, langkah yang diambil Pemkot Surabaya mendatangi rumah warga di malam hari, tidak mungkin dilakukan sepenuhnya di Jakarta.

"Di Jakarta misalnya, bagaimana mau door to door, masuk apartemen saja enggak bisa. Masuk ke rumah-rumah mewah enggak bisa. Jadi harus ada pro aktif masyarakat. Jangan disalahkan kalau nanti yang tidak pro-aktif haknya tidak bisa dipenuhi," katanya.

Masalah lain, misalnya di Papua, banyak daerah yang harus ditempuh dengan pesawat kecil.

Itu belum termasuk jaringan listrik yang belum tersedia. Demikian juga dengan jaringan internet.

"Ada orang yang komplain, kok enggak seperti Singapura, perekamannya bisa cepat rampung. Nah sekarang Singapura itu kan mungkin luas negaranya seperti salah satu kecamatan di Indonesia. Tapi intinya dari semua daerah ada proses, reportnya cukup maju," pungkas Tjahjo.(gir/jpnn)


Problem untuk mengejar target perekaman e - KTP 100 persen tidak sama di setiap daerah.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News