Sudah Banyak Warga Meninggal Kesetrum Layangan Bertali Kawat

Sudah Banyak Warga Meninggal Kesetrum Layangan Bertali Kawat
Pihak keluarga nampak begitu terpukul mengetahui Agustami meninggal dunia di IGD RS Yarsi, Pontianak, Jumat (25/1). Foto: Abdul Halikurrahman/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Permainan layangan bertali kawat sudah beberapa kali merenggut nyawa warga di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Baik disebabkan gelasan maupun kesetrum tali kawat yang nyangkut di listrik.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini tali kawat layangan mengakibatkan enam orang kesetrum. Dua menimpa anak-anak di Kubu Raya. Dimana seorang meninggal dunia.

Selang beberapa hari, insiden serupa terjadi di Kota Pontianak. Empat orang kesetrum tali kawat layangan yang nyangkut di listrik. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang meninggal dunia.

Mengantisipasi kejadian agar tidak terulang, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah merevisi peraturan daerah terkait permainan layangan. Tak hanya menjerat pemain layangan. Para penjual layangan juga akan dikenakan sanksi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Perda tersebut terus digodok. Di samping itu, Pemkot tak henti-hentinya mengingatkan para pemain layangan. Bahkan Satpol PP Kota Pontianak sering ia perintahkan untuk melakukan razia layangan.

Sudah Banyak Warga Meninggal Kesetrum Layangan Bertali Kawat

"Banyaknya dah, ribuan layangan disita serta benang dan gelasan," jelasnya.

Menurut Edi, permainan layangan sudah tak cocok di Kota Pontianak. Mengingat ibu kota provinsi Kalbar ini semakin maju dengan bertambahnya penduduk. Apalagi permainan layangan di Kota Pontianak kerap memakan korban.

Sudah beberapa nyawa melayang akibat permainan layangan bertali kawat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News